Beranda Peristiwa Dirjen Pemdes Pantau Pilkades Serentak 2021 Kabupaten Serang

Dirjen Pemdes Pantau Pilkades Serentak 2021 Kabupaten Serang

Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Dirjen Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo memantau langsung Pilkades Serentak 2021 di Desa Nambo Ilir, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang. Foto: Nindia/BantenNews.co.id

KAB. SERANG – Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Dirjen Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Yusharto Huntoyungo menilai pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2021 di Kabupaten Serang sudah memenuhi Peraturan Mendagri 72 tahun 2020.

“Pelaksanaannya sudah mengikuti ketentuan yang ada dalam Peraturan Mendagri 72 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pilkades dan PAW di masa pandemi Covid-19. Nilai lebihnya dalam pelaksanaan Pilkades di sini tempatnya terbuka,” ujar Yusharto kepada wartawan ketika ditemui di TPS 08 Desa Nambo Ilir, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Minggu (31/10/2021).

Pilkades Serentak 2021 di Kabupaten Serang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Serang 2021 sebesar Rp15,14 miliar dan diikuti oleh sebanyak 528 Calon kepala desa (Cakades) yang tersebar di 144 desa yang berada di 29 Kecamatan, kemudian untuk jumlah TPS yakni sekitar 1.195 TPS.

Menurutnya, Pilkades Serentak 2021 di Kabupaten Serang sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Hal itu dimulai dari mempersiapkan tempat cuci tangan dengan sabun, hand sanitizer hingga menyediakan masker untuk para pengunjung di sejumlah TPS.

Tak hanya itu, dua TPS yang berada di Kecamatan Kibin pun disediakan gerai vaksinasi sehingga memudahkan masyarakat yang belum divaksinasi untuk mendapatkan suntik vaksinasi Covid-19.

“Ini luar biasa menjadikan masyarakat terlindungi dari penyebaran virus Covid-19. Salah satu substansi surat dari Mendagri yaitu mendampingkan TPS dengan gerai vaksin. Alhamdulillah capaiannya cukup bagus dari target sekitar 120, sudah terealisasi sekitar 140. Ini berarti target terlampaui dan menjadikan angka untuk penyuntikan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Serang meningkat,” kata Yusharto.

Untuk di Desa Nambo Ilir, terdapat 5.543 Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tersebar di 13 TPS dan ada 4 calon kepala desa Nambo Ilir itu yakni Masri, Yasin, Abas Sopandi, dan Sahriyudin.

Tahapan selanjutnya setelah pemungutan suara dan perhitungan suara yakni penetapan pemenang yang dipilih. Kemudian tahapan masa sanggah apabila ada hal yang ingin diajukan oleh para pihak dan setelah itu sekitar setengah bulan atau 17 hari sudah bisa dilakukan pelantikan untuk para calon yang terpilih.

“Selama masa itu diharapkan tidak terjadi stagnasi dalam pengelolaan keuangan karena sudah di akhir tahun anggaran 2021,” sambung Yusharto.

Dalam Pemantauan Pilkades Serentak 2021 Kabupaten Serang, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Dirjen Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo didampingi oleh Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang Tubagus Entus Mahmud Sahiri, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Banten Enong Suhaeti, Kepala DPMD Kabupaten Serang Rudy Suhartanto, Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Kabupaten Serang Siti Komariah, Jajaran Forkopimda Kabupaten Serang, Tim Monev Kabupaten Serang, dan Panitia Pilkades Serentak 2021 Kabupaten Serang.

Tak hanya memantau Pilkades Serentak 2021 di Kabupaten Serang, pihaknya juga memantau Pilkades Serentak di 4 kabupaten lainnya yaitu Kabupaten Buleleng, Kabupaten Tabanan Provinsi Bali, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Padang Pariaman.

Sementara itu Wakil Bupati Pandji Tirtayasa mengatakan Pilkades Serentak 2021 Kabupaten Serang memiliki nilai lebih tersendiri yakni adanya gerai vaksinasi yang berdampingan dengan TPS.

Untuk keamanan Pilkades Serentak, Pandji berharap tidak ada friksi atau perpecahan akibat beda pendapat yang terjadi di masyarakat.

“Kita berharap siapapun yang terpilih, kita memerintahkan kepada panitia penyelenggara harus netral tidak boleh memihak kepada siapapun. Biarkan rakyat yang memilih untuk pemimpin di desa masing-masing. Saya juga berharap nantinya akan terpilih kepala desa yang amanah, mencurahkan tenaga dan pikirannya tercurah kepada desanya untuk kemajuan desanya dan kemaslahatan masyarakat,” imbau Pandji.

(Nin/Red)