
PANDEGLANG – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang mengungkap alasan keluarga Yeni Farida (40), penghuni rumah nyaris roboh di Kampung Caringin Lor, Desa Caringin, Kecamatan Labuan, belum menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Dinsos menegaskan persoalan utama bukan terletak pada minimnya perhatian pemerintah, melainkan ketidaksesuaian data administrasi kependudukan (Adminduk) serta status kepemilikan rumah.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Pandeglang, Encep Hermawan mengatakan, pihaknya telah menyalurkan bantuan logistik kepada keluarga Yeni. Sementara itu, penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi kewenangan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP).
“Kami sudah menyalurkan bantuan logistik. Untuk perbaikan rumah itu menjadi ranah OPD lain, yaitu DPKPP. Kendala yang sering terjadi adalah status kepemilikan tanah sehingga menyulitkan pengalokasian bantuan RTLH,” kata Encep, Selasa (4/8/2026).
Encep juga membantah anggapan bahwa keluarga Yeni sama sekali tidak menerima bantuan pemerintah. Menurutnya, keluarga tersebut masih memperoleh sejumlah bantuan, sedangkan usulan PKH dan BPNT terhambat karena data administrasi kependudukan belum sinkron.
“Persoalannya ada pada data Adminduk. KTP dan Kartu Keluarga masih belum sinkron sehingga pemerintah desa belum bisa mengusulkan bantuan PKH maupun BPNT melalui sistem,” ujarnya.
Dinsos kini berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Caringin untuk memperbarui data keluarga Yeni dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Langkah itu menjadi syarat agar pemerintah dapat kembali memverifikasi status kesejahteraan keluarga tersebut.
“Datanya akan diperbarui di DTKS. Operator desa juga diminta memastikan seluruh administrasi kependudukannya sudah lengkap sehingga bisa diverifikasi kembali,” jelas Encep.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, keluarga Yeni masih masuk kategori desil 5. Padahal, pemerintah memprioritaskan penerima bantuan sosial dari kelompok desil 1 dan desil 2.
“Kalau saat ini masih masuk desil 5. Yang menjadi prioritas bantuan adalah masyarakat di desil 1 dan 2. Karena itu, data administrasinya harus dibenahi terlebih dahulu agar bisa diusulkan kembali apabila memenuhi kriteria,” katanya.
Encep menambahkan, Tim Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) bersama SDM Program Keluarga Harapan (PKH) telah mendatangi rumah Yeni pada Senin (3/8/2026). Mereka datang bersama Sekretaris Desa Caringin, Ketua RT, dan perangkat desa untuk melakukan asesmen sekaligus menyerahkan bantuan logistik.
Hasil asesmen menunjukkan keluarga Yeni sebelumnya menempati rumah warisan orang tua dan tergolong mampu. Setelah pindah tempat tinggal, keluarga tersebut belum memperbarui dokumen administrasi kependudukan sehingga alamat domisili dalam dokumen tidak lagi sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Selain itu, Dinsos memastikan keluarga Yeni masih tercatat sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan dengan status aktif.
Sebelumnya, kondisi rumah Yeni menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Yeni bersama suami dan tiga anaknya tinggal di rumah berdinding bilik bambu yang lapuk dengan atap genting dan rumbia yang bocor.
Setiap hujan turun, air masuk dari berbagai sisi rumah. Demi menghindari risiko bangunan ambruk, keluarga tersebut kerap mengungsi ke rumah tetangga. Selama lima tahun mereka bertahan di rumah itu, sementara kondisi bangunan terus memburuk dalam setahun terakhir.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd