TANGERANG – Momentum perayaan Hari Raya Idulfitri kerap membuat aktivitas dan pola makan masyarakat menjadi tidak teratur, bahkan memicu berbagai keluhan kesehatan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, drg. Sari Nur Arofah, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai sejumlah penyakit yang berpotensi muncul usai perayaan Lebaran.
“Kita perlu mewaspadai berbagai potensi penyakit setelah Lebaran. Perubahan pola makan, kurang istirahat, serta faktor lainnya dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga lebih rentan terserang penyakit,” ujar Sari.
Berikut sejumlah penyakit yang kerap muncul setelah momentum Lebaran:
1. Wasir
Wasir dapat muncul akibat pola makan yang tidak teratur selama Lebaran. Konsumsi makanan rendah serat seperti kue-kue Lebaran menjadi salah satu pemicunya. Karena itu, masyarakat tetap disarankan mengonsumsi buah dan sayur setiap hari untuk menjaga kesehatan pencernaan.
2. Lonjakan Gula Darah
Konsumsi makanan dan minuman manis seperti kue kering, camilan, serta sirup selama Lebaran dapat memicu peningkatan kadar gula darah. Kondisi ini perlu diwaspadai, terutama bagi penderita diabetes atau mereka yang berisiko.
3. Kolesterol Tinggi
Makanan khas Lebaran seperti opor ayam, rendang, dan hidangan bersantan lainnya mengandung lemak tinggi yang dapat meningkatkan kadar kolesterol. Jika tidak dikontrol, kondisi ini berisiko memicu penyakit serius seperti jantung, stroke, hipertensi, hingga batu empedu, khususnya pada kelompok usia lanjut.
4. Flu
Flu menjadi salah satu penyakit yang paling sering muncul selama dan setelah Lebaran. Penyebabnya tidak hanya faktor makanan, tetapi juga kelelahan akibat aktivitas padat, seperti perjalanan mudik dan silaturahmi, yang menurunkan daya tahan tubuh.
Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga pola makan seimbang, cukup istirahat, serta mengatur aktivitas agar kondisi tubuh tetap prima setelah merayakan Idulfitri.
Tim Redaksi
