TANGERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam memilih menu berbuka puasa demi menjaga keseimbangan gizi serta mencegah risiko penyakit tidak menular.
Kepala Dinkes Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menyampaikan bahwa konsumsi minuman manis seperti sirup, teh manis, maupun minuman kemasan secara berlebihan saat berbuka puasa dapat meningkatkan asupan gula harian secara signifikan.
Kebiasaan tersebut, jika dilakukan terus-menerus tanpa diimbangi dengan pengaturan kalori dan aktivitas fisik yang cukup, berpotensi menyebabkan kelebihan energi yang disimpan tubuh dalam bentuk lemak. Kondisi ini dapat memicu kenaikan berat badan.
“Banyak masyarakat yang langsung mengonsumsi minuman dan makanan manis dalam jumlah besar saat berbuka. Padahal, tambahan gula yang berlebihan bisa berdampak pada peningkatan berat badan dan risiko gangguan kesehatan,” ujar dr. Dini, Kamis (26/2/2026).
Selain minuman manis, makanan tinggi lemak seperti gorengan, santan kental, serta makanan cepat saji yang kerap menjadi pilihan saat berbuka juga dapat meningkatkan asupan kalori dan lemak jenuh.
Dalam jangka panjang, pola konsumsi tersebut berisiko meningkatkan kadar kolesterol, memperbesar lingkar perut, serta memicu penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi.
“Dinkes mengingatkan bahwa batas konsumsi gula tambahan yang dianggap aman adalah maksimal 10 persen dari total kebutuhan energi harian,” katanya.
Untuk orang dewasa dengan kebutuhan energi sekitar 2.000 kilokalori per hari, batas tersebut setara dengan kurang lebih 50 gram gula atau sekitar empat sendok makan per hari.
“Gula tambahan yang dimaksud meliputi gula pasir, gula dalam sirup, minuman manis, kue, dan makanan olahan, bukan gula alami yang terdapat dalam buah utuh atau susu,” jelasnya.
Bahkan, dr. Dini menyarankan konsumsi gula tambahan sebaiknya dibatasi hingga kurang dari 5 persen dari total energi harian, atau sekitar 25 gram per hari, guna memperoleh manfaat kesehatan yang lebih optimal.
Di sisi lain, masyarakat juga perlu memastikan asupan karbohidrat, protein, dan lemak terpenuhi secara proporsional, serta dilengkapi vitamin dan mineral dari sayur dan buah.
“Hal ini penting agar kebutuhan gizi harian tetap tercapai meski waktu makan selama Ramadan lebih terbatas,” tutupnya.
Tim Redaksi
