Beranda Pemerintahan Dinkes Kota Serang Pastikan Dapur MBG Bersertifikat, Cegah Keracunan Makanan

Dinkes Kota Serang Pastikan Dapur MBG Bersertifikat, Cegah Keracunan Makanan

Para Penjamah Dapur MBG di Kota Serang usai mendapat pembinaan dari Jajaran Petugas Dinkes Kota Serang di aula Korpri Kota Serang. (BantenNews.co.id)

SERANG – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Hasanudin menegaskan komitmennya dalam mendukung program pemerintah pusat Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah memastikan seluruh dapur MBG di Kota Serang memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).

Hasanudin menjelaskan, sesuai arahan pemerintah pusat, setiap dapur MBG wajib memenuhi standar keamanan pangan. Untuk memperoleh sertifikat SLHS tersebut, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, salah satunya adalah mengikuti pelatihan penjamah makanan.

“Penjamah makanan harus mendapatkan pelatihan dan pemaparan terlebih dahulu. Tujuannya agar mereka dibekali pengetahuan bagaimana mengolah dan menyajikan makanan yang aman, bergizi, dan menyehatkan,” ujar Hasanudin, Selasa (10/2/2026).

Pelatihan ini menyasar seluruh pihak yang terlibat di dapur MBG, mulai dari relawan hingga tenaga profesional. Makanan yang dihasilkan nantinya diperuntukkan bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.

“Ini penting agar makanan yang diberikan benar-benar aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko keracunan,” ujarnya.

Hasanudin mengungkapkan, hingga saat ini Kota Serang telah mencapai hampir 100 persen pelatihan penjamah makanan. Setiap dapur MBG diikuti sekitar 50 peserta pelatihan yang terdiri dari 47 relawan, satu ahli gizi, satu akuntan, serta kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Pelatihan ini merata di seluruh dapur MBG dan meng-cover semua kecamatan di Kota Serang,” ujarnya.

Terkait sertifikasi, Hasanudin menyebutkan sebagian besar dapur MBG telah mengantongi sertifikat SLHS. Dari total sekitar 80 dapur MBG yang ada, lebih dari 70 dapur sudah tersertifikasi.

“Kalau pelatihan sudah selesai, sertifikat langsung keluar. Saat ini hampir semuanya sudah tersertifikasi,” ujarnya.

Ia berharap tidak ada lagi kasus keracunan makanan, sekaligus memastikan program MBG berjalan optimal dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (***)

Baca Juga :  Berkemas, Edi Ariadi : Waktunya Untuk Keluarga, Tetangga dan Partai