Beranda Kesehatan Dinkes Klaim Kasus Stunting di Banten Terus Menurun

Dinkes Klaim Kasus Stunting di Banten Terus Menurun

Ilustrasi - foto istimewa doktersehat.com

SERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten menyebut kasus stunting terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Hal itu terungkap dalam Fotum Discussion Group (FGD) Dinkes Provinsi Banten dengan Jurnalis di salah satu rumah makan di Kota Serang, Rabu (1/12/2021).

Diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus berupaya menurunkan angka kasus stunting di Banten.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) pada Dinkes Provinsi Banten, Liliani Budijanto mengatakan, pihaknya terus melakukan beberapa upaya dalam menekanan kasus stunting di Provinsi Banten. Bahkan saat ini Provinsi Banten sudah mencapai 23 persen.

“Stunting itu kan menggunakan persentase, kalau kemajuannya dulu dari 32 persen yang stunting menjadi 23 persen saat ini, namun target secara nasional di tahun 2024 itu harus 14 persen,” kata Liliani.

Liliani mengungkapkan, beberapa kabupaten/kota di Provinsi Banten sudah ada yang mencapai dari target penurunan angka stunting. Meski begitu, dia juga mengaku, angka penurunan tidak merata.

“Ada yang kabupaten yang tinggi, ada yang kabupaten yang sudah mencapai seperti Tangerang Raya sudah bagus, yang masih tinggi (kasus stunting) antara kabupaten Serang atau kabupaten Lebak nanti detailnya,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk terus menekankan kasus stunting di Provinsi Banten, pihaknya sudah melakukan antisipasi sejak awal, baik memberikan tablet tambah darah (TTD) bagi para remaja putri yang kedepannya akan melahirkan dan memiliki anak.

“Mangkanya ada pemberian tablet tambah darah, itu kita sebarkan keseluruh Provinsi untuk anak remaja putri di sekolah-sekolah,” ujarnya.

Ia juga berharap kepada orangtua yang memiliki anak bayi atau balita dapat memeriksa buah hatinya secara rutin di pos yandu yang berada diwilayahnya masing-masing untuk dapat mengantisipasi kasus stunting.

“Karena disitu akan membandingkan tinggi badannya, kalau istilahnya tidak pendek jadi perbandingan tinggi badan dan usianya,” harapnya.

Liliana menuturkan dengan menekan kasus stunting merupakan salah satu mendukung wacana pemerintah untuk dapat mencapai Indonesia emas 2045 yang akan datang.

“Jadi stunting secara isu strategis nasional itu kan di harapkan anak anak Indonesia itu tidak stunting, karena anak anak yang stunting itu ada kekurangannya di kecerdasannya dan dengan tinggi badan, yang kurang ini mereka akan kalah bersaing. dan diharapkan 2024 kita bisa mencapai 14 persen targetnya,” pungkasnya.

(Mir/Red)