Beranda Advertorial Dinkes Banten Gelar Kampanye TOSS TBC, Gubernur Andra Soni Ajak Warga Tak...

Dinkes Banten Gelar Kampanye TOSS TBC, Gubernur Andra Soni Ajak Warga Tak Malu Periksa Kesehatan

Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Kesehatan menggelar Kampanye TOSS TBC (Temukan, Obati, Sampai Sembuh) bersamaan dengan kegiatan Car Free Day (CFD) di Kota Serang.

SERANG – Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Kesehatan menggelar Kampanye TOSS TBC (Temukan, Obati, Sampai Sembuh) bersamaan dengan kegiatan Car Free Day (CFD) di Kota Serang. Kegiatan ini menghadirkan layanan cek kesehatan, pemeriksaan TBC, hingga senam bersama sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini Tuberkulosis.

Ratusan warga terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Masyarakat hanya perlu membawa KTP serta mengunduh aplikasi SATUSEHAT untuk mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

Gubernur Banten Andra Soni yang hadir dan membuka acara menegaskan bahwa TBC masih menjadi tantangan besar Indonesia. Ia menyebut Indonesia berada di posisi kedua kasus TBC terbanyak di dunia setelah India, dengan estimasi 1,9 juta kasus dan 125 ribu kematian per tahun. Di Banten sendiri, jumlah penyintas diperkirakan mencapai 50.298 orang.

Meski demikian, Andra mengapresiasi capaian Dinas Kesehatan Banten yang berhasil menemukan 91 persen estimasi kasus TBC. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kerja keras petugas kesehatan dalam melakukan deteksi dan pengobatan secara aktif.

“Ini bukan berarti kasus kita tinggi, tetapi menggambarkan upaya aktif menemukan pasien dan memastikan mereka berobat,” kata Andra.

Ia juga menjelaskan bahwa 94 persen pasien TBC sensitif obat sudah memulai terapi, mendekati target nasional 95 persen. Sementara untuk TBC resisten obat, 82 persen pasien telah menjalani pengobatan dengan tingkat keberhasilan 63 persen. Sedangkan keberhasilan pengobatan TBC sensitif obat di Banten telah mencapai 85 persen.

Untuk memotivasi masyarakat, Andra Soni bahkan membagikan pengalaman pribadinya ketika pernah terdiagnosis TBC enam tahun lalu dan berhasil sembuh setelah menjalani pengobatan enam bulan.

“TBC bisa menyerang siapa saja. Jadi jangan malu atau ragu untuk periksa,” ujarnya.

Baca Juga :  Berbagi Kebahagiaan Bersama Masyarakat Cilegon, PT Krakatau Posco Bagikan Puluhan Hewan Kurban

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menuntaskan TBC di Indonesia. Ia menyebut Banten termasuk daerah dengan capaian penemuan kasus tertinggi secara nasional dan menduduki peringkat keempat keberhasilan pengobatan dengan angka 84 persen, melampaui target nasional 81 persen.

Woro menjelaskan bahwa pemerintah telah menerbitkan Perpres 67 Tahun 2021 yang menargetkan eliminasi TBC pada 2030. Upaya ini dilakukan melalui penguatan TP2TB, integrasi program dengan pembangunan daerah, serta layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis di berbagai fasilitas seperti puskesmas, rumah sakit, sekolah, pesantren, hingga rutan.

Kegiatan kampanye TOSS TBC ini turut dihadiri Sekda Provinsi Banten Deden Afriandi, Sekda Kota Serang Nanang Saifuddin, perwakilan Kemenko PMK, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten. (ADV)