Beranda Uncategorized Dindikbud Kota Serang Gelar Lomba Cerita Berbahasa Jaseng

Dindikbud Kota Serang Gelar Lomba Cerita Berbahasa Jaseng

Lomba cerita berbahasa jawa serang.

 

SERANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang menggelar lomba cerita berbahasa jawa serang (jaseng), di salah satu hotel di Kota Serang, Rabu (27/1/2019). Lomba ini diikuti siswa tingkat SD dan SMP. Cerita yang disampaikan adalah legenda atau cerita rakyat yang berkembang di masyarakat Banten.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang Akhmad Zubaidillah meminta orangtua dan guru memperkenalkan cerita rakyat atau legenda yang hidup di masyarakat Provinsi Banten kepada anak dan murid mereka. Banyak pelajaran dan pesan moral yang bisa diambil dari cerita rakyat tersebut. “Cerita-cerita itu banyak manfaat atau faedahnya untuk generasi kini dan yang akan datang,” kata Zubaidillah usai membuka acara.

Zubaidillah menyatakan bahwa anak-anak dan pemuda di Kota Serang harus tahu tentang kekayaan budaya yang dimiliki Banten salah satunya cerita rakyat. Nasihat atau pelajaran yang terkandung pada cerita rakyat merupakan kearifan lokal yang perlu dilestarikan dan dijadikan pedoman oleh generasi saat ini dan generasi mendatang. “Jangan sampai pemuda dan anak-sekolah tidak tahu kearifan lokal itu,” katanya.

Zubaidillah menyatakan bahwa cerita-cerita yang dibuat nenek moyang memiliki petuah-petuah dan pelajaran hidup. Ia mencontohkan kisah asal usul Batu Kuwung di Padarincang, Kabupaten Serang, yang bercerita tentang saudagar kaya pelit dan sombong mengajarkan agar kita tidak bersifat demikian.
“Pelajaran yang bisa dipetik adalah membangun semangat agar jangan putus asa, tahan uji, tahan banting, dan tetap optimis menghadapi hidup,” katanya.

Kepala Bidang Kebudayaan Evie Shofiyah Usman mengatakan bahwa lomba bercerita menggunakan bahasa Jawa Serang ini diikuti oleh siswa SD dan SMP dengan jumlah peserta mencapai 150 anak. Akan dipilih 3 juara di tiap jenjang dan masing-masing akan mendapatkan tropi dan uang pembinaan Rp2 juta, Rp1,5 juta, dan Rp1 juta.  “Mudah-mudahan jadi motivasi untuk anak untuk selalu berlatih dan di sekolah pun ada pembinaan oleh gurunya,” katanya.

Ia berharap ke depan akan semakin banyak anak-anak yang mencintai bahasa Jawa Serang sebagai budaya lokal mereka salah satunya dengan menggunakan bahasa Jawa Serang dalam kehidupan mereka meski tidak harus setiap hari. Apalagi untuk SD dan SMP ada pelajaran muatan lokal bahasa Jawa Serang.
“Karena bahasa daerah ini sudah jarang digunakan,” katanya. (ink/red)