KAB. SERANG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang memperingatkan seluruh sekolah dasar agar tidak membebani orang tua murid dengan berbagai pungutan, termasuk untuk kegiatan study tour, wisata edukasi, hingga acara perpisahan.
Kepala Bidang SD Dindikbud Kabupaten Serang, Abidin Nasyar menegaskan, pihaknya tidak pernah mengizinkan sekolah memungut biaya dalam bentuk apa pun yang dapat memberatkan siswa maupun orang tua.
Menurut Abidin, Dindikbud juga melarang sekolah menyelenggarakan study tour atau wisata ke luar daerah yang disertai pungutan biaya kepada wali murid.
“Dinas Pendidikan tidak memperbolehkan adanya pungutan kepada orang tua murid. Kami juga melarang sekolah mengadakan kegiatan wisata atau study tour ke luar kota yang membebani siswa,” kata Abidin, Sabtu (6/6/2026).
Ia menjelaskan, apabila orang tua dan komite sekolah ingin menggelar wisata edukasi, kegiatan tersebut harus murni menjadi inisiatif komite dan wali murid tanpa melibatkan sekolah sebagai penyelenggara.
Selain study tour, Dindikbud juga meminta sekolah menggelar kegiatan perpisahan, bazar, maupun acara seremonial lainnya secara sederhana di lingkungan sekolah.
Abidin menegaskan, sekolah tidak boleh menjadikan kegiatan tersebut sebagai alasan untuk menarik biaya tambahan dari orang tua siswa.
“Kegiatan perpisahan maupun bazar sebaiknya dilaksanakan secara sederhana di sekolah dan tidak membebani masyarakat,” ujarnya.
Dindikbud juga melarang sekolah menerbitkan surat edaran yang berisi permintaan sumbangan atau pungutan menjelang masa liburan. Jika menemukan pelanggaran, pihaknya memastikan akan mengambil tindakan tegas terhadap sekolah yang bersangkutan.
Meski wisata edukasi yang digagas komite berada di luar tanggung jawab sekolah, Dindikbud tetap melakukan pengawasan untuk memastikan keselamatan peserta didik.
Pengawasan tersebut meliputi pemeriksaan kelayakan armada bus, kelengkapan surat izin mengemudi pengemudi, kondisi kesehatan sopir, hingga status uji kir kendaraan.
“Kami tetap melakukan pengawasan agar keamanan dan keselamatan siswa menjadi prioritas utama,” tegas Abidin.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah
