Beranda Pemerintahan ODOL di Jalur Pulo Ampel-Bojonegara Disorot, Wabup Serang: Kecelakaan Maut Terus Berulang

ODOL di Jalur Pulo Ampel-Bojonegara Disorot, Wabup Serang: Kecelakaan Maut Terus Berulang

Suasana rakor Forkopimda Kabupaten Serang di Pendopo Bupati. (Iyus/bantennews)

KAB. SERANG — Wakil Bupati Serang M. Najib Hamas menyoroti lemahnya pengawasan terhadap kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) di jalur Pulo Ampel-Bojonegara.

Meski aturan pembatasan sudah tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub), truk-truk bermuatan berlebih disebut masih bebas melintas dan memperparah kondisi jalan.

Najib mengaku persoalan di jalur industri tersebut hampir setiap hari muncul di media sosial (medsos), terutama terkait debu yang tak kunjung teratasi dan maraknya truk ODOL.

“Jalur Pulo Ampel-Bojonegara ini hampir setiap hari masuk TikTok saya. Debunya tidak kunjung padam, ODOL juga sudah bebas lagi,” kata Najib dalam rapat Forkopimda di Pendopo Bupati Serang, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan minimnya pembenahan meski aturan pembatasan telah berlaku. Ia menilai, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten perlu turun lebih serius karena kewenangan pengawasan berada di tingkat provinsi.

Najib meminta Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP Kabupaten Serang memperkuat koordinasi dengan Dishub Provinsi Banten dan Satpol PP Provinsi agar pengawasan kendaraan ODOL tidak sekadar formalitas.

“Nanti kita sampaikan lagi melalui Dishub dan Satpol, apakah personelnya cukup atau tidak untuk berkoordinasi dengan provinsi. Jangan sampai jalur itu hanya didominasi kendaraan ODOL, sementara masyarakat juga harus bekerja dan beraktivitas,” ujarnya.

Ia menegaskan, dampak kendaraan ODOL tidak hanya memicu kemacetan dan kerusakan jalan, tetapi juga mengancam keselamatan warga.

Najib mencontohkan, seorang pegawai Puskesmas Pulo Ampel yang harus menempuh perjalanan hingga tiga jam dari Serdang akibat kondisi lalu lintas yang semrawut.

Lebih parah lagi, kata dia, kecelakaan berat hingga korban meninggal dunia di jalur tersebut disebut nyaris terjadi setiap pekan.

“Ada yang luka berat sampai meninggal dunia. Hampir seminggu sekali ada kejadian. Karena itu ini harus menjadi program yang ditangani bersama secara serius,” tegasnya.

Baca Juga :  Optimalisasi SAKIP dan RB, Bupati Serang Beri Penghargaan OPD dan ASN Berprestasi

Jalur Pulo Ampel-Bojonegara selama ini menjadi lintasan utama kendaraan industri dan truk angkutan berat menuju kawasan pelabuhan dan industri di Kabupaten Serang.

Warga berulang kali mengeluhkan polusi debu, kemacetan, hingga tingginya angka kecelakaan akibat maraknya truk ODOL yang melintas.

Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Usman Temposo