Beranda Pendidikan Dindikbud Banten Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Kembali Dibuka

Dindikbud Banten Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Kembali Dibuka

Kepala Dindikbud Provinsi Banten, Tabrani. (Foto: Iyus/Bantennews.co.id)

SERANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Didndikbud) Provinsi Banten kembali mempertimbangkan untuk kembali membuka sekolah tatap muka untuk SMA/SMK/SKh negeri di Banten.

Diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menargetkan seluruh sekolah di Indonesia kemabli dibuka pada Juli mendatang. Salah satu syaratnya seluruh tenaga pengajar telah menjalani vaksinasi.

Kepala Dindikbud Provinsi Banten, Tabrani mengatakan, pembukaan sekolah tatap muka untuk SMA/SMK/SKh tetap menyesuaikan kondisi wilayah.

“Bagi wilayah yang memang nanti kasusnya sudah melandai bahkan sudah tidak ada kita, insya Allah kita akan buka secara bertahap. Tetapi bagi daerah yang kasusnya masih tingi misalnya itu tentu jadi pertimbangan,” kata Tabrani, Kamis (4/3/2021).

Sejak pandemi, proses belajar mengajar di sekolah banyak berubah dan memulai membiasakan diri dengan kebiasaan baru.

Tabrani mengaku, sebelum pembukaan sekolah tatap muka, pihaknya terlebih dahulu akan memngusulkan kepada Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 tingkat Provinsi Banten. “Biarlah nanti ketua satgas yang akan merekomendasikan apakah wilayah ini bisa dibuka (sekolah tatap muka) atau belum. Dan (pertimbangan) itu juga berdasarkan data yang diberikan dari Dinkes (Dinas Kesehatan),” katanya.

Terkait persiapan sekolah tatap muka di Banten, Tabrani juga mengaku, Dindikbud sudah mempersiapkan hal tersebut sejak lama.

“Kalau persiapan kan sudah lama dilakukan oleh sekolah-sekolah SMA dan SMK di Banten. Sehingga bila nanti diizinkan ya mereka sudah tinggal menerapakan protokol kesehatan sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing,” jelasnya.

Saat ditanya apakah seluruh SMA/SMK/SKh di Banten sudah mempersiapkan protokol kesehatan untuk sekolah tatap muka, Tabrani mengungkapkan, pihaknya belum dapat memastikan. “Kalau seluruh saya belum pastikan, mungkin

saja ada satu dua sekolah atau 10 sampai 20 sekolah yang masih yang belum menyiapkan. Tapi sebagian besar sudah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, menurut Tabrani, pihaknya juga meminta kepada pihak sekolah untuk menyebar angket sebelum proses sekolah tatap muka kembali dibuka. Hal itu guna mengetahui apakah orang tua siswa setuju dibuka kembali sekolah  tatap muka atau tidak.

“Iyah kalau itu angket tetap harus tetap di jalankan, meski sekolah tatap muka dijalankan orang tua berhak memebri masukan. Misalnya kalau khawatir tidak membolehkan anaknya sekolah tatap muka, boleh punya hak itu. Karena kesehatan kan segal galanya, yang paling utama. Jadi kalau ngga mau anaknya bisa tetap (sekolah) dengan metode daring (dalam jaringan),” ujarnya. (Mir/Red)