Beranda Pendidikan Dindikbud Banten Bakal Kirim Siswa Bermasalah ke Barak TNI

Dindikbud Banten Bakal Kirim Siswa Bermasalah ke Barak TNI

Kepala Dindikbud Provinsi Banten Jamaludin saat ditemui di Pendopo Gubernur. (Audindra/bantennews)

SERANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten berencana mengirim siswa SMA sederajat yang membutuhkan pembinaan ke barak TNI mulai Oktober 2026. Program dua hari satu malam itu langsung menuai pertanyaan soal penggunaan fasilitas militer untuk pembinaan siswa.

Kepala Dindikbud Provinsi Banten, Jamaluddin membantah program tersebut mengarah pada militerisasi pendidikan. Ia menyebut, kegiatan itu fokus pada pembentukan karakter, kedisiplinan, dan pencegahan tawuran.

“Tidak ada militerisasi. Ini jelas penguatan karakter dan pembinaan anak-anak supaya jadi baik, disiplinnya bagus, dan tidak ada tawuran,” kata Jamaluddin, Senin (28/9/2026).

Jamaluddin mengatakan, Dindikbud memilih barak TNI karena mempertimbangkan fasilitas dan efisiensi anggaran. Menurutnya, penggunaan hotel membutuhkan biaya lebih besar, sementara lokasi alam memiliki risiko tersendiri.

“Ini soal pemilihan tempat saja. Kalau di hotel kan mahal. Kalau di gunung juga riskan. TNI memiliki fasilitas lapangan yang luas serta sarana dan prasarana yang lengkap untuk anak-anak belajar,” ujarnya.

Dindikbud Banten akan memberikan materi yang menurut Jamaluddin lebih menyerupai kegiatan Pramuka daripada latihan militer. Ia juga menyiapkan program tersebut agar ke depan tidak hanya menyasar siswa yang bermasalah.

“Artinya program ini sifatnya pembinaan karakter secara umum,” tuturnya.

Namun, tahap awal program akan menyasar siswa yang menghadapi persoalan kedisiplinan dan perilaku. Dindikbud mempertimbangkan siswa yang sering tidak masuk sekolah hingga siswa yang terlibat tawuran.

“Anak-anak yang di beberapa kabupaten/kota yang perlu pembinaan, misalnya sekolahnya kurang rajin, banyak alfanya (sakit/izin/tanpa keterangan), serta yang sering terlibat tawuran,” jelasnya.

Dindikbud bersama pihak terkait masih menyusun kriteria siswa yang akan mengikuti pembinaan. Jamaluddin menilai sekolah tidak bisa menangani seluruh persoalan siswa hanya melalui guru bimbingan dan konseling (BK).

Baca Juga :  Dua Sekolah Terdampak Tol Serang Panimbang Belum Direlokasi, Pemkab Serang Akan Berkirim Surat

“Kalau ada tawuran antarsekolah, BK tidak bisa memediasi sendiri. Maka Dinas Pendidikan yang memediasi dan membina secara maksimal. Orang tua juga harus mendukung jika anaknya dibina,” katanya.

Materi pembinaan akan mengacu pada program 7 Kebiasaan Anak Indonesia dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta pendekatan gerakan Pramuka.

Kegiatan mencakup pembiasaan bangun lebih awal, ibadah, olahraga, latihan kemandirian dan tanggung jawab, interaksi sosial, serta penguatan literasi dan numerasi.

Jamaluddin kembali menegaskan, Dindikbud hanya menggunakan fasilitas TNI sebagai lokasi kegiatan, bukan untuk memberikan pendidikan dengan pola militer.

“Sifatnya pembinaan kedisiplinan seperti Pramuka, bukan militerisasi. Tempatnya saja yang kebetulan di markas TNI karena sarana dan prasarana lapangannya lengkap,” ucapnya.

Penulis : Audindra Kusuma
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd