Beranda Peristiwa Dihantam Angin dan Ombak Besar Tongkang Pengangkut Batubara Terdampar

Dihantam Angin dan Ombak Besar Tongkang Pengangkut Batubara Terdampar

Petugas INAFIS dari Satreskrim Polres Pandeglang sedang melakukan evakuasi pada tubuh korban.

PANDEGLANG – Sebuah Kapal Tongkang yang mengangkut Batubara ke PLTU 2 Labuan terdampar selama 3 hari di Pantai Laba Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang.

Kasat Polair Polres Pandeglang, AKP Dwi Hary Bagyo mengatakan, Kapal Tongkang tersebut bernama Camar Laut dengan nomor seri 3301 Batam selesai membongkar muatan Batubara dari PLTU 2 Labuan.

Kata dia, pada saat kapal akan keluar dari Jetty PLTU 2 Labuan tiba-tiba dihantam ombak dan angin kencang hingga membuat kapal terdampar di pantai tersebut.

“Pada Minggu (7/11/2021) sekitar pukul 14.35 wib Kapal TB Camar 6 menggandeng Kapal Camar Laut 3301 keluar dari Jetty PLTU 2 Labuan, namun tiba-tiba ombak dan angin laut menghantam kapal sehingga kapal dan tongkang tertahan di muara pemecah ombak selama kurang lebih dua jam setengah,” ungkap Dwi, Rabu (10/11/2021).

Ombak dan angin yang semakin kencang membuat kapal penarik dan tongkang bergerak mundur sekitar 2 Knot sehingga kapal TB Camar 6 melintang dari ombak menghindari kapal terbalik.

“Pada saat tongkang sudah bisa ditarik oleh kapal tiba-tiba tali towing atau tali penarik kapal kencang yang membuat kapal Camar 6 ikut tertarik oleh tongkang, agar tidak terjadi insiden akhirnya nahkoda memotong tali towing hingga membuat tongkang terdampar di Pantai Laba,” katanya.

Sementara itu, warga sekitar, Suharja mengaku terganggu dengan keberadaan kapal dan meminta pihak terkait agar segera mengevakuasi kapal.

“Ya tentu mengganggu, karena di lokasi juga banyak bagang nelayan yang menjadi tempat menangkap ikan. Selain itu, bagi nelayan pancing juga tidak dapat memancing ikan dengan leluasa karena terhalang kapal tongkang. Kami mianta kapal tongkang yang terdampar itu segera dievakuasi, supaya nelayan tidak terganggu saat hendak melakukan aktivitas,” tegasnya

Hingga berita ini diterbitkan, wartawan masih berusaha menghubungi pemilik kapal dan PLTU 2 Labuan untuk mengkonfirmasi terkait keberadaan kapal tersebut. (Med/Red)