Beranda Bisnis Dihadapkan Pada Kondisi Ketidakpastian, PT ABM Berhasil Cetak Laba

Dihadapkan Pada Kondisi Ketidakpastian, PT ABM Berhasil Cetak Laba

Direktur Operasional PT ABM Ilham Mustofa (kanan). (Dok PT ABM)

SERANG – PT Agrobisnis Banten Mandiri (ABM) Perseroda di tahun pertama operasional dihadapkan pada kondisi ketidakpastian. Meski begitu, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Banten itu berhasil mencetak laba.

Direktur Operasional PT ABM, Ilham Mustofa mengatakan realisasi penyertaan modal pada tahun 2021 baru bisa dilakukan oleh Pemprov Banten sebagai pemegang saham mayoritas pada bulan September 2021 sebesar Rp65 miliar atau sekitar 25 persen dari amanah Perda. Hal itu tentunya sangat mempengaruhi kinerja perusahaan, apalagi pada perusahaan yang masih set-up.

Selain itu, aktivitas operasinya masih pada kegiatan-kegiatan pre-investasi dan beberapa rencana usaha yang momentumnya terlewat dikarenakan penyertaan modal yang belum sesuai rencana, dan cash flow keuangan perusahaan yang akhirnya tidak sesuai dengan perencanaan.

“Belum lagi pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini sejak awal tahun 2020, masih membayang-bayangi ketidakpastian terhadap berbagai sektor usaha sampai akhir tahun 2021 kemarin,” kaya Ilham, Selasa (24/5/2022).

Ancaman itu, lanjut Ilham, tidak saja dirasakan oleh PT ABM yang baru memulai operasi, tapi juga jenis usaha lainnya baik yang terlibat langsung dengan PT ABM maupun tidak.

Sehingga realisasi dari RKA 2021 mengalami penyimpangan yang sangat signifikan dan manajemen memutuskan untuk merevisi RKAP 2021 pada kuartal IV. Dan ketika pemenuhan modal sudah masuk maka perusahaan mengalami pertumbuhan dalam pendapatannya.

“Pendapatan perusahaan pada tahun 2021 sebesar Rp21.880.202.547 dengan beban pokok penjualan sebesar Rp20.511.510.122 sehingga memperoleh laba kotor sebesar Rp1.368.692.424 dan pendapatan lain lain sebesar Rp580.260.415,” katanya.

“Pendapatan total perusahaan pada tahun 2021 sebesar Rp1.948.952.839 dengan beban usaha Rp3.678.325.466. Sehingga perusahaan masih mengalami rugi Rp1.729.372.627 dan pembayaran pajak sebesar Rp109.401.103,” sambungnya.

Ilham menuturkan, untuk aset perusahaan, sampai saat ini masih tergolong sangat aman dan sehat untuk menjalankan aktivitas operasional perusahaan, serta mengalami pertumbuhan yang lebih baik. Jumlah aset PT ABM sampai saat ini tercatat sebesar Rp73.690.002.642. Jumlah itu dengan rincian keuangan perusahaan dalam bentuk lancar sebesar Rp72.030.130.593, kas dan setara Kas Rp50.126.106.624, aset tetap dengan nilai buku Rp623.025.695 dan aset lain lain dengan nilai buku Rp36.846.354.

Menurut Ilham, aktivitas usaha tahun 2021 untuk menghasilkan pendapatan perusahaan dan manfaat untuk masyarakat Banten khususnya sudah banyak dilakukan, dari mulai perdagangan komoditas, kerja sama modal kerja, melaksanakan berbagai project, melakukan MoU dengan 33 mitra strategis.

“Dan Pada tahun 2021 PT ABM masih berfokus pada pembangunan One Marketplace Plaza Banten dan proses perizinan integrasi dengan Bela Pengadaan LKPP,” ujarnya.

Ilham menjelaskan, upaya perusahaan dalam mengatasi negatifnya laporan laba/rugi tahun 2021 walaupun dalam laporan neraca dan arus kas masih positif dan relatif dalam pertumbuhan yang baik dengan penyusunan rencana kerja tahun 2022 dengan pencapaian laba bersih setelah pajak Rp1,2 miliar dengan pendapatan sebesar Rp44,3 miliar.

Direksi juga mengajukan untuk inbreng modal penyertaan pemerintah baik berupa aset atau cash untuk memperkuat struktur permodalan setara 51 persen dan fokus bisnis pada produk Consumer Goods Pangan, Pembanguan Agro Hub Banten Warehouse-Packing House-Logistik, Marketplace dan E-commerce plaza Banten.

“Lalu Agro Banten Rice mile industry, Agro Banten Dairy Industri serta Channelling pemasaran melalui jalur distribusi Warung Banten (Wanten) dan Agro Banten Mart took retail modern berbasis komunitas Agro Ambassador dengan kegiatan kegiatan tersebut diharapkan dapat tercapai dan memberikan nilai tambah yang lebih baik bagi perusahaan,” jelasnya.

Ilham juga memaparkan, pihaknya saat ini sedang fokus pada lima hal sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Permendagri nomor 118 tahun 2018 terkait dengan BUMD. Dalam Permendagri itu, tepatnya pada pasal 37 ayat 2 dalam hal BUMD yang sudah berdiri, paling lama satu tahun direksi wajib memprioritaskan penyusunan peraturan direksi, merekrut pegawai, menyusun Rencana Bisnis dan RKA BUMD, menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) dan menentukan Indikator Kinerja Utama Pegawai.

Kelima persyaratan yang dibebankan kepada Perseroda itu saat ini sudah terpenuhi secara keseluruhan. Bahkan selain kelima hal itu, di tahun pertama ini jajaran direksi dan komisaris terus melakukan improvement.

“Sehingga dari pada itu, system perusahaan yang dimiliki semakin kuat dan baik serta didukung dengan kebijakan-kebijakan yang dapat diukur dan diimplementasikan dengan baik,” paparnya.

Di sisi lain, Ilham mengungkapkan, pada quartal I tahun 2022 PT ABM mendapatkan profit sebesar Rp589. 244.184,00. Hal itu bentuk kesungguhan dan totalitas jajaran pengurus dalam membangun Agro Banten, melalui berbagai pendekatan bukan sekadar untung atau rugi sebagai sebuah perusahaan baru tapi pertumbuhan dan nilai manfaatnya bagi masyarakat Banten juga turut menjadi perhatian.

Aktivitas bisnis melalui alat produksi dalam agro industri sedang disiapkan dan penyelesaian dalam Agro banten Rice mill industri (ABRI), Agro Banten Dairy Industri (ABDI) dan Agro Hub Banten serta Plaza Banten sebagai marketplace untuk pelaku UMKM di Banten. Kontrak farming bersama budidaya padi melalu agroteknologi di 100 hektar pertama dan akan dijalankan di setiap Kabupaten dan Kota di Provinsi Banten.

“PT.ABM terus bertumbuh sesuai tujuan pendirian BUMD agrobisnis sebagaimana tertuang dalam visi, misi, budaya kerja dan rencana bisnis PT ABM yang sudah disusun dan diimplementasikan secara bertahap oleh ABM,” ucapnya.

(Mir/Red)