Beranda Peristiwa Diduga Korsleting Listrik, 3 Rumah di Pandeglang Ludes Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, 3 Rumah di Pandeglang Ludes Terbakar

Anggota Tagana Pandeglang meninjau langsung lokasi kejadian rumah terbakar di Kampung Pasir Kembang RT 004 RW 002, Desa Cahaya Mekar, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang - (Memed/BantenNews.co.id)

PANDEGLANG – Tiga rumah milik warga di Kampung Pasir Kembang RT 004 RW 002, Desa Cahaya Mekar, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang rata dengan tanah usai dilalap api pada Selasa (22/9/2020) malam.

Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pandeglang, Ade Mulyana menyampaikan, ketiga rumah semi permanen itu milik Adah (50), Pedi (30) dan Sarah (30). Diduga kebakaran diakibatkan adanya korsleting listrik dari salah satu rumah warga.

“Ya tiga rumah yang ludes terbakar milik Adah (50), Pedi (30) dan Sarah (30). Material rumahnya semi permanen sehingga api cepat membakarnya sampai ludes,” jelas Ade, Rabu (23/9/2020).

Kata Ade, berdasarkan informasi dari warga api pertama kali terlihat dari atap rumah milik Adah, material rumah yang kebanyakan terbuat dari kayu membuat api dengan cepat membakar rumah Adah dan merambat ke beberapa rumah yang berada di sampingnya.

“Adah waktu itu melihat api sudah besar di atap rumahnya, melihat itu ia bersama keluarganya langsung berhamburan ke luar rumah. Makanya dugaan sementara, kebakaran itu diakibatkan aliran listrik,” jelasnya.

“Dari rumah Adah, api langsung menjalar ke rumah milik Sarah yang terletak disamping kanan dan rumah Pendi yang terletak disamping kiri rumah Adah. Dipadamkan oleh warga dan damkar, namun api sempat sulit dipadamkan karena apinya besar. Api baru dapat dipadamkan dengan keadaan material sudah ludes terbakar,” sambungnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Selain peralatan rumah tangga, 2 unit sepeda motor, 2 unit kulkas, 2 unit televisi, dan surat surat berharga ikut terbakar.

“Tidak ada korban jiwa atau luka-luka. Namun atas kejadian tersebut diperkirakan korban mengalami kerugian materil kurang lebih sebesar Rp150 juta,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinsos Pandeglang, Nuriah mengaku sudah menerjunkan anggotanya ke lapangan untuk memberikan bantuan sementara berupa sembako dan kebutuhan lainnya.

“Iya sudah kami tindak lanjuti, jajaran saya bakal langsung turun kelapangan memberikan bantuan sementara. Saya harapkan kepada para korban agar diberikan kesabaran atas cobaan yang menimpa itu,” ungkapnya.

Selain bantuan sementara yang bakal diberikan, Nuriah berjanji sesuai perintah langsung dari Bupati Pandeglang, ia bakal memprioritaskan agar para korban itu mendapatkan bantuan untuk membangun rumahnya.

“Ibu Bupati juga sudah mengetahuinya dan memerintahkan agar diperjuangkan supaya mendapatkan bantuan untuk membangun rumahnya. InsyaAllah, saya perjuangkan,” terangnya.

(Med/Red)