Beranda Hukum Diduga Dianiaya Sopir MBG, Guru MTs di Pandeglang Lapor Polisi

Diduga Dianiaya Sopir MBG, Guru MTs di Pandeglang Lapor Polisi

Santalia Guru Mts di Pandeglang usai membuat laporan polisi usai dianiaya relawan SPPG. (Memed/bantennews)

PANDEGLANG — Seorang guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) bernama Santalia (34), warga Kampung Surianeun, Desa Surianeun, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, mengaku menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan sopir mobil program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pagelaran 4.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 07.30 WIB saat Santalia hendak mengajar di sekolahnya.

Santalia menceritakan, sebelum kejadian dirinya sempat mampir ke tempat pencucian kendaraan yang berada tidak jauh dari sekolah. Saat berbincang dengan pemilik tempat cuci kendaraan soal distribusi SPPG ke sekolah, seorang pria berinisial M tiba-tiba menghampirinya.

Pria tersebut mempertanyakan status media sosial milik korban yang diduga membuatnya tersinggung.

“Dia marah karena status saya di medsos. Padahal saya tidak menyebut nama siapa pun,” kata Santalia, Rabu (13/5/2026).

Cekcok mulut pun terjadi. Di tengah pertengkaran itu, seorang pria berinisial U yang disebut sebagai adik kandung M datang dari belakang dan langsung memukul korban.

Santalia mengaku pukulan itu membuat tubuhnya terpental. Warga dan dewan guru yang melihat kejadian langsung melerai dan membawa korban masuk ke ruangan sekolah.

Namun, situasi belum mereda. Santalia menyebut M kembali mengejar dirinya hingga ke dalam sekolah. Guru dan warga kemudian menghalangi pria tersebut agar tidak mendekati korban.

“Usep datang dari belakang lalu menonjok saya. Setelah itu saya diamankan ke kantor, tapi dia masih ngejar,” ujarnya.

Santalia juga mengaku menerima ancaman setelah insiden tersebut. Ia menyebut M mengancam akan membunuhnya jika melaporkan kasus itu ke polisi.

“Ada ancaman kalau saya lapor polisi bakal dibunuh,” katanya.

Meski melibatkan relawan SPPG, Santalia menegaskan persoalan tersebut tidak berkaitan dengan dapur MBG. Ia menilai pemicu utama berasal dari persoalan pribadi dan saling sindir di media sosial.

Baca Juga :  Kurang Konsentrasi, Mobil Guru Masuk Parit di Pontang

Menurut Santalia, M sebelumnya juga sempat mengunggah status yang menyindir dirinya dengan menyebut “Fir’aun”.

“Harusnya saya yang marah karena dia juga menyebut saya Fir’aun,” ucapnya.

Pada hari yang sama, Santalia langsung melapor ke Polsek Patia. Ia meminta polisi memproses kasus tersebut secara hukum agar pelaku mendapat efek jera.

“Saya ingin kasus ini lanjut karena mereka merasa kebal hukum,” tegasnya.

Santalia juga menyebut dapur SPPG tempat terduga pelaku bekerja berada di dekat rumah salah satu anggota DPRD Pandeglang.

“Yang memukul saya itu oknum relawan SPPG. Tapi persoalannya bukan soal dapur MBG,” katanya.

Penulis : Memed
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd