Beranda Peristiwa Diduga Akibat Aktivitas Stockpile Batu Bara, Warga TCI Cilegon Keluhkan Gangguan Kesehatan

Diduga Akibat Aktivitas Stockpile Batu Bara, Warga TCI Cilegon Keluhkan Gangguan Kesehatan

Ilustrasi warga terdampak polusi udara akibat keberadaan stokpile di dekat lingkungan pemukiman. (ai)

CILEGON — Warga Perumahan Taman Cilegon Indah (TCI), Kecamatan Jombang, Kota Cilegon mengeluhkan polusi udara yang diduga bersumber dari stockpile batu bara yang berada tepat di depan gerbang perumahan.

Informasi yang dihimpun, warga menyebutkan bahwa aktivitas tempat penyimpanan batu bara itu telah berlangsung sekitar lima tahun. Warga mengeluhkan kesehatan mereka dan pencemaran berupa debu hitam akibat dari adanya polusi yang diduga bersumber dari stockpile.

Setidaknya tercatat 15 kepala keluarga yang terdampak diduga akibat adanya stockpile batu bara itu. Belasan kepala keluarga mengeluhkan sejumlah gangguan kesehatan seperti saluran pernapasan, seperti batuk, pilek, sesak napas, dan mual.

“Ya, mungkin itu dari batu bara yang ada di depan gerbang Taman Cilegon Indah. Kalau bau-baunya sih baru sekarang sekarang ini. Iya (ada warga yang terdampak akibat polusi-red), itu ada di RT 7 kalau gak salah,” kata Arifin, Ketua RW 05, Perumahan TCI kepada BantenNews.co.id, Rabu (12/8/2026).

Atas kondisi di lingkungan pemukiman yang dekat dengan perbatasan antara Kota Cilegon dan Kabupaten Serang tersebut, Arifin mengaku baru melaporkan secara lisan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon.

“Sudah mengadu ke Dinas LH, katanya mau ditindaklanjuti karena kan (lokasi yang diduga pencemar polusi-red) masuknya wilayah Kabupaten Serang,” ucapnya.

Terpisah, Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri Mahyudin membenarkan adanya aduan terkait aktivitas dari stockpile batu bara di dekat Perumahan TCI tersebut.

“Laporan lisan sudah kami terima. Kita sudah turun di hari Minggu kemarin. Setelah kita cek, perkiraan sementara kami itu dari stockpile yang ada di depan pintu gerbang TCI itu,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Saat ini, pihak DLH Kota Cilegon menunggu laporan resmi dari masyarakat yang terdampak diduga akibat dari aktivitas stockpile batu bara tersebut. Sabri menegaskan akan meneruskan laporan itu ke Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten.

Baca Juga :  Viral Ceceran Air Truk Pasir di Jalan, Warga Lebak Soroti Ancaman Kecelakaan

“Karena itu (stockpile batu bara-red) lokasinya masuk wilayah Kabupaten Serang. Kita akan teruskan ke ESDM. Kami berharap ini laporan juga kita arahkan langsung ke sana dan kita diberikan tembusan, karena kita juga memantau kondisinya,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan apa pun dari pihak pengelola areal stockpile batu bara yang diduga sebagai pemicu polusi. Berdasarkan pantauan BantenNews.co.id di lokasi, gerbang areal yang tertutup rapat dengan pagar seng tersebut bahkan tidak terpasang plang nama perusahaan di sekitarnya.

Penulis: Maulana
Editor: Gilang Fattah