Beranda Pemerintahan Dialog Publik Refleksi 3 Tahun Kepemimpinan Helldy-Sanuji Berujung Kekecewaan

Dialog Publik Refleksi 3 Tahun Kepemimpinan Helldy-Sanuji Berujung Kekecewaan

Dialog publik IMC dalam rangka refleksi 3 tahun kepemimpinan Helldy-Sanuji. (Foto: Maulana/BantenNews.co.id)

CILEGON – Dialog publik yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) bersama Walikota dan Wakil Walikota Cilegon, Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta dan sejumlah Kepala Dinas pada Senin (26/2/2024) berujung kekecewaan. Diketahui, dialog publik tersebut digelar dalam rangka refleksi 3 tahun kepemimpinan Helldy-Sanuji sebagai kepala daerah.

Kegiatan yang dihadiri oleh mahasiswa dan masyarakat umum lainnya di Aula Diskominfo Cilegon tersebut menyoroti soal realisasi 10 program janji kampanye Helldy-Sanuji yang dinilai masih jauh dari harapan.

Eben, salah seorang warga dari Tegal Bunder, Kecamatan Purwakarta menyayangkan jawaban-jawaban Helldy terkait salah satu pertanyaan yang disampaikan tentang layanan kesehatan di rumah sakit cukup menggunakan KTP atau Universal Health Coverage (UHC).

Pasalnya, bukannya dijawab dengan jelas, Helldy malah menayangkan video testimoni kader Puskesmas soal kepemimpinannya.

“Sedikit menggelitik bagi kita. Artinya, yang hadir di sini kan kawan-kawan mahasiswa dengan sampling video yang ditampilkan kan kesannya gimana ya. Kalau anak SMA mungkin iya aja, tapi kita justru bertanya dengan konteks kegiatan itu, artinya sudut pandang kita akan jauh berpikir,” katanya.

Eben mengaku tidak puas dengan jawaban yang diberikan oleh Helldy lewat video yang yang menurutnya tidak ada korelasinya dengan pertanyaan yang disampaikan, terutama soal UHC.

“Iyah, tidak ada (korelasinya-red). Karena inti pertanyaan saya adalah kalau bicara kader untuk mengatasi proses UHC itu oke, permasalahannya hampir 70 persen warga ini yang tidak paham itu. Coba datang deh ke rumah sakit, nongkrong satu hari itu banyak masyarakat yang teriak kebingungan mengurus UHC, itu realitasnya,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum IMC Arifin Sholehudin. Secara pribadi dan organisasi, pihaknya sangat tidak puas dengan apa yang disampaikan, khususnya soal janji 25 ribu lapangan pekerjaan untuk masyarakat Cilegon.

“Akhirnya kita melihat ini sebagai upaya seakan-akan Pak Helldy ini mau menutupi kebohongannya dengan janji 25 ribu lapangan pekerjaan terus dikaitkan dengan data BPS, itu tidak nyambung juga. Karena sebenarnya yang menjanjikan 25 ribu lapangan pekerjaan adalah Walikota dan Wakil Walikota,” ucapnya.

Tak sampai di situ, Arifin juga kecewa dengan hadirnya sejumlah Kepala Dinas yang terkait dengan program-program janji kampanye Helldy-Sanuji itu malah tidak memberikan data-data realisasinya.

“Harusnya Helldy mampu memberikan jawaban yang objektif terhadap kami. Sebenarnya hari ini dihadiri oleh OPD itu agar memberikan data yang kita inginkan, tapi lagi-lagi tidak puas. Mudah-mudahan nanti bisa memberikan data-datanya,” tutupnya.

Kendati mengapresiasi dialog publik yang digagas IMC tersebut, namun Walikota Cilegon Helldy Agustian tak mau disalahkan. Ia beralasan belum optimalnya kinerja pemerintahan saat ini lantaran masih melanjutkan anggaran yang telah disusun oleh pemerintahan sebelumnya.

“Ini sebagai pelopor, terus terang luar biasa bisa mengadakan diskusi publik ini mengenai masa kepemimpinan kami. Kami sampaikan APBD 2021 yang nyusun pemerintah yang lama, anggaran murni kita di tahun 2022 dan 2023, kan baru 2 tahun, jadi kalau ada kekurangan kami mohon maaf lahir batin,” ucapnya.

(Mg-STT/Red)

 

Temukan Berita BantenNews.co.id di Google News

Dukung BantenNews.co.id untuk terus menyajikan jurnalistik yang independen. Klik disini