Beranda Pemerintahan Dewan Minta Pejabat Pemkot Cilegon Jangan Cuma Cari Muka

Dewan Minta Pejabat Pemkot Cilegon Jangan Cuma Cari Muka

Ketua DPC partai Demokrat Cilegon, Rahmatulloh. (Foto : Gilang)

CILEGON – Aksi Walikota Cilegon, Helldy Agustian yang menyamar saat memantau Pasar Kranggot pada Minggu (14/3/2021) sukses membuat sejumlah pejabat di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Cilegon kocar-kacir.

Usai video Helldy diunggah ke sosial media yang mengungkap kesemrawutan Pasar Kranggot, para pejabat langsung menggelar rapat dadakan pada hari yang sama.

OPD yang rapat dadakan itu diantaranya Inspektorat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Perhubungan (Dishub), dan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Bahkan Dishub Kota Cilegon langsung mengerahkan sejumlah petugas untuk melakukan sterilisasi di Pasar Kranggot.

Anggota DPRD Kota Cilegon pun langsung menyoroti sikap para pejabat di Pemkot Cilegon yang seakan ‘mencari muka’.

Wakil rakyat meminta sikap para pejabat tidak angin-anginan, hanya untuk sekedar cari muka di hadapan Walikota.

Pendapat dewan itu didasarkan padasikap para pejabat sejak masih dipimpin oleh mantan Walikota Cilegon Edi Ariadi. Sebab, sikap aktif pejabat dalam menyelesaikan persoalan hanya berlangsung beberapa hari saja, tidak berkelanjutan.

Anggota DPRD Kota Cilegon Rahmatulloh menjelaskan, persoalan Pasar Kranggot yang semrawut sudah terjadi sejak lama. Menurutnya, Saat Edi Ariadi menjabat Walikota Cilegon pun beberapa kali melakukan sidak ke pasar yang terletak di Kecamatan Jombang tersebut.

Masalah yang dikemukakan pun sama, yaitu pedagang berjualan bukan pada tempatnya, parkir acak-acakan, kemacetan, hingga fasilitas hanggar yang tidak terpakai.

Usai Edi sidak, para pejabat di OPD terkait sibuk bekerja, sayangnya, hal itu hanya dilakukan selama beberapa hari saja. Tidak berkelanjutan hingga pasar kembali semrawut seperti saat ini.

“Ketika saya sidak dengan OPD tersebut, dulu, zaman pa Edi juga hanya berlangsung beberapa hari saja, selebihnya pasar akan kembali pada kesemerawutan dan problematika yang lama,” ucap Rahmatulloh, Senin (15/3/2021).

Dia mengatkan, di Pasar Kranggot terdapat tiga hanggar yang dibangun menggunakan uang negara, namun hingga kini terbengkalai, tidak digunakan untuk para pedagang kaki lima.

Dia menegaskan Pemkot Cilegon harus memberikan sanksi tegas baik pada para pedagang yang menempati tepi jalan, parkir sembarangan, atau yang membuang sampah di bantaran saluran air.

“Begitu juga menegur keras pada OPD terkait supaya tidak bekerja musiman saja,” tandas politisi Demokrat ini.

Para pejabat wajib bekerja profesional sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, bukan sekedar cari nama di hadapan kepala daerah.

Menurutnya, jika sejak dulu para pejabat serius bekerja, persoalan di pasar Kranggot telah tuntas.

“Kalau walikotanya gak melotot, gak sidak, gak teriak, pada diam saja, dibiarkan pasar semrawut,” kata Rahmatulloh.

Ia berharap para pejabat serius dalam menyelesaikan persoalan pasar. Masalah semrawut menurut politisi Partai Demokrat itu juga terjadi di pasar lain di Kota Cilegon.

“Pa Helldy pun harus konsisten mengawal kinerja para pegawainya, jangan sampai cuma sehari dua hari, setelah itu lupa,” tuturnya.

(Man/Red)