Beranda Pemerintahan Dermaga Pulau Tunda Ambrol, Dishub Serang Janji Perbaikan Tahun Depan

Dermaga Pulau Tunda Ambrol, Dishub Serang Janji Perbaikan Tahun Depan

Kepala Dishub Kabupaten Serang Beni Yuarsa. (Rasyid/bantennews)

KAB. SERANG – Dishub Kabupaten Serang menanggapi soal dermaga utama di Pulau Tunda, Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, ambrol pada Sabtu (27/9/2025) malam lalu.

Diketahui, bagian tengah dermaga roboh diduga akibat korosi air laut dan beban muatan barang yang terus dilakukan oleh aktivitas sehari-hari warga nelayan dari kapal.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Serang, Beni Yuarsa, mengakui pihaknya telah menerima laporan dan bukti foto serta video atas kerusakan dermaga yang dilaporkan rusak tersebut.

“Saya langsung proyeksi ke sana, ke warga, ke desa, juga ke pak camat. Memang terjadi kerusakan di bagian ujung dermaga. Diduga karena usia bangunan yang sudah tua, korosi, dan beban berat,” kata Beni saat dihuhungi BantenNews.co.id, Selasa, (30/9/2025).

Menurut Beni, Dishub akan segera menurunkan tim bidang pelayaran untuk meninjau langsung ke lokasi guna mengkroscek dan mengidentifikasi kerusakan.

Sehingga, kata dia, dapat diketahui kebutuhan dan pemeliharaan seperti apa yang harus dilakukan.

“Staf saya sedang mencari waktu untuk memastikan kerusakan apa saja dan bentuk pemeliharaan yang dibutuhkan. Saat ini, penanganan sementara sudah diberikan tanda atau pembatas di area lubang supaya tidak membahayakan,” ujarnya.

Beni menyebut, meski dalam kondisi ambrol, dermaga alternatif Pulau Tunda masih bisa dipakai dan digunakan warga dan wisatawan atau dijadikan tempat sandar sementara.

“Masih ada spot lain di kiri-kanannya untuk naik turun penumpang. Jadi dermaga masih berfungsi, hanya tidak di titik yang rusak,” ucapnya.

Untuk perbaikan permanen, Beni memastikan anggaran perbaikan dan pemeliharaan akan diusulkan pada tahun 2026 mendatang.

“Kalau detail kerusakannya saya belum bisa sebutkan, menunggu hasil pengecekan struktur di lapangan. Dari situ baru bisa dihitung kebutuhan anggarannya,” sampainya.

Baca Juga :  Pandeglang Ekspor Puluhan Ton Manggis ke China

Sebelumnya diketahui, aparatur Desa Wargasara bersama warga meminta pemerintah segera turun tangan menangani kerusakan dermaga utama Pulau Tunda tersebut.

Mereka menilai ambrolnya bangunan akibat minimnya perawatan dan pemeliharaan secara berkala. Adapun upaya penanggulangan awal sudah dilakukan pemerintah desa, namun keterbatasan dana membuat perbaikan permanen tak bisa dilaksanakan.

Penulis: Rasyid
Editor: TB Ahmad Fauzi