MEDAN ā Suara tabuhan mulai menggema di Lapangan Benteng, Kota Medan. Lampu panggung menyorot para pendekar yang melangkah mantap memasuki arena. Dalam sekejap, perhatian ratusan penonton tertuju pada satu pertunjukan yang membawa aroma khas Tanah Banten.
Malam itu, Debus dari Kota Serang tidak sekadar tampil. Warisan budaya yang sarat keberanian, spiritualitas, dan nilai tradisi itu berhasil menghidupkan Pentas Seni Nusantara dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI 2026.
Setiap atraksi memancing decak kagum. Para peserta Rakernas, tamu undangan, hingga masyarakat yang memadati Lapangan Benteng larut dalam pertunjukan yang memadukan ketangkasan, keberanian, dan filosofi budaya Banten. Di tengah derasnya arus modernisasi, Debus kembali membuktikan bahwa seni tradisi tetap mampu memikat siapa saja yang menyaksikannya.
Bagi Pemerintah Kota Serang, penampilan itu bukan sekadar hiburan. Debus menjadi wajah budaya yang terus diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia.
Hampir di setiap penyelenggaraan APEKSI, Kota Serang selalu membawa Debus sebagai identitas daerah sekaligus bentuk komitmen dalam menjaga warisan leluhur. Melalui panggung budaya tersebut, Kota Serang mengajak para delegasi dari berbagai kota mengenal lebih dekat kekayaan seni dan tradisi yang lahir dari Banten.
Sementara itu, Rakernas XVIII APEKSI 2026 sendiri mempertemukan para kepala daerah dari seluruh Indonesia di Grand City Hall Medan. Wali Kota Serang turut menghadiri pembukaan resmi sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kolaborasi antarkota dalam membangun tata kelola pemerintahan yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan.
Namun, APEKSI tidak hanya menghadirkan ruang diskusi bagi para pemimpin daerah. Kota Medan juga menghidupkan suasana melalui berbagai kegiatan pendukung, mulai dari Indonesia City Expo, bazar UMKM, pagelaran budaya, hingga hiburan rakyat yang menyedot perhatian pengunjung.
Beragam kegiatan itu membuka kesempatan bagi setiap daerah untuk memperkenalkan potensi unggulannya, memperluas kerja sama, sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.
Di tengah semarak kegiatan tersebut, Debus Kota Serang tampil sebagai pengingat bahwa budaya tidak pernah kehilangan tempatnya. Atraksi itu memperlihatkan bagaimana tradisi mampu berdialog dengan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.
Melalui partisipasi aktif dalam forum pemerintahan dan panggung budaya, Pemerintah Kota Serang terus memperkuat jejaring antardaerah sekaligus membawa nama Banten ke panggung nasional. Di hadapan ratusan pasang mata di Kota Medan, Debus kembali membuktikan bahwa warisan budaya bukan hanya layak dilestarikan, tetapi juga pantas dibanggakan sebagai perekat keberagaman Indonesia.
