Beranda Peristiwa Debu Diduga dari Tambang Batu di Bojonegara Dikeluhkan Warga Pabean Cilegon

Debu Diduga dari Tambang Batu di Bojonegara Dikeluhkan Warga Pabean Cilegon

Polusi udara berupa debu halus yang diduga berasal dari aktivitas tambang tersebut disebut telah mencemari lingkungan permukiman warga di Pabean Kota Cilegon selama beberapa pekan terakhir.

CILEGON — Aktivitas pertambangan batu yang beroperasi di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, dikeluhkan warga Kelurahan Pabean, Kota Cilegon.

Polusi udara berupa debu halus yang diduga berasal dari aktivitas tambang tersebut disebut telah mencemari lingkungan permukiman warga selama beberapa pekan terakhir.

Debu dilaporkan menempel di rumah, kendaraan, hingga pepohonan. Warga juga mengkhawatirkan dampaknya terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia.

Sekretaris KAHMI Muda Cilegon, Wahyudi, mengatakan berdasarkan hasil penelusuran pihaknya dan keluhan masyarakat, telah terjadi pencemaran udara yang diduga bersumber dari aktivitas penambangan batu di Bojonegara.

“Dari hasil penelusuran yang kami lakukan dan berdasarkan keluhan warga, memang sudah terjadi pencemaran udara akibat aktivitas penambangan batu di Bojonegara,” kata Wahyudi, Jumat (17/7/2026).

Menurut Wahyudi, meski persoalan tersebut telah berlangsung cukup lama, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dinilai belum mengambil langkah penanganan secara serius. Padahal, pihak Kelurahan Pabean sebelumnya telah menyampaikan laporan kepada instansi terkait agar segera ditindaklanjuti.

“Dari informasi yang kami terima, pihak kelurahan sudah menyurati dinas terkait. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang jelas untuk menyelesaikan persoalan pencemaran udara tersebut,” ujarnya.

Ia menegaskan, persoalan polusi udara tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi mengancam kesehatan masyarakat.

“Kalau OPD terkait tidak mampu berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi maupun pemerintah pusat, lebih baik mundur dari jabatannya. Ini menyangkut kesehatan banyak orang,” tegasnya.

Wahyudi juga menilai kondisi tersebut sebagai sebuah anomali. Menurutnya, Pemerintah Kota Cilegon selama ini kerap menyuarakan komitmen menjaga lingkungan hidup, namun belum terlihat respons nyata terhadap keluhan warga Pabean.

“Di media sosial kita sering melihat komitmen pemerintah mengenai lingkungan yang bersih dan sehat. Tetapi dalam kasus di Kelurahan Pabean, kami melihat seolah-olah pemerintah tutup telinga terhadap aduan masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Tujuh Rumah dan Satu Kios di Labuan Ludes Terbakar

Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menangani dugaan pencemaran udara tersebut agar keamanan, kenyamanan, dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.

Penulis: Maulana
Editor: Usman Temposo