SERANG – Muka air Bendungan Karian turun selama musim kemarau. Meski begitu, Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) memastikan volume tampungan masih memadai untuk mendukung operasional waduk, termasuk kebutuhan irigasi menjelang Musim Tanam I pada awal November 2026.
Berdasarkan informasi, BBWSC3 melalui Unit Pengelola Bendungan mencatat elevasi muka air Karian berada di +62,6 meter di atas permukaan laut (mdpl). Angka itu masih masuk rentang operasi dalam Rencana Tahunan Operasi Waduk (RTOW) 2025/2026.
Kepala BBWSC3, Dedi Yudha Lesmana mengatakan, penurunan elevasi pada Oktober juga menjadi bagian dari pengaturan tampungan untuk menghadapi musim hujan yang diperkirakan mulai pada November.
“Penurunan muka air Bendungan Karian terus kami pantau dan evaluasi sesuai rencana operasi waduk. Pengelolaan tampungan mempertimbangkan ketersediaan air, kebutuhan suplai wilayah hilir, termasuk dukungan bagi Daerah Irigasi Ciujung menjelang Musim Tanam I, serta kesiapan tampungan menghadapi musim penghujan,” kata Dedi melalui rilis resmi yang diterima BantenNews.co.id, Sabtu (31/10/2026).
Perubahan muka air terlihat lebih jelas di Kampung Somang, Desa Sukarame, yang berada di wilayah hulu bendungan. Kawasan itu berada pada elevasi sekitar +62 hingga +75 mdpl.
Kondisi serupa juga tampak di Kampung Bondol dan Kampung Taganjing, Desa Sukajaya.
BBWSC3, lanjut Dedi, merencanakan elevasi waduk menuju +61,7 mdpl sesuai batas operasi. Setelah musim hujan tiba dan debit air masuk meningkat, pengelola akan menyesuaikan elevasi secara bertahap menuju elevasi normal RTOW sebesar +60 mdpl. Penyesuaian tetap mempertimbangkan cuaca dan kondisi hidrologis.
Bendungan Karian memasok air baku, mendukung layanan irigasi, serta membantu pemeliharaan sungai.
Dedi menegaskan, BBWSC3 akan terus memantau dan mengevaluasi kondisi waduk untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat dan sektor pertanian.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah
