Beranda Pariwisata Dari Kampung Nelayan, Pantai Sawarna Kini Jadi Surga Peselancar

Dari Kampung Nelayan, Pantai Sawarna Kini Jadi Surga Peselancar

Peselancar menerjang ombak di Pantai Sawarna Lebak. (Istimewa)

LEBAK – Ombak setinggi dua meter menghantam karang di pesisir Pantai Sawarna, Kecamatan Bayah  Kabupaten Lebak. Angin laut membawa aroma garam yang khas.

Di atas papan selancar, seorang wisatawan asing berteriak kecil setelah berhasil menaklukkan gulungan ombak.

Pemandangan seperti ini nyaris tak pernah terbayang oleh warga Kampung Sawarna, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, sekitar 15 tahun lalu.

Dulu, mayoritas warga menggantungkan hidup dari laut. Mereka melaut sejak pagi hingga petang untuk mencari ikan. Kini, wajah Sawarna berubah drastis.

Kawasan ini tumbuh menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Banten dan dijuluki banyak wisatawan sebagai “Bali-nya Banten”.

Pantai Sawarna kini menjadi surga baru bagi peselancar, pelancong, hingga backpacker dari berbagai daerah bahkan mancanegara.

Dulu Mengandalkan Laut, Kini Mengandalkan Wisata

Salah seorang warga, Udin, menceritakan perubahan besar yang terjadi di kampungnya. Ia mengaku dulu bekerja sebagai nelayan. Kini, ia lebih banyak mengelola homestay miliknya.

“Sekarang mah jarang melaut. Mending nunggu tamu. Sebulan bisa tiga sampai empat kali penuh,” kata Udin, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Udin, geliat wisata Sawarna mulai terasa setelah akses jalan menuju kawasan wisata membaik.

Dulu, jalan menuju Sawarna rusak parah dan minim penerangan. Kondisi itu membuat jumlah wisatawan terbatas dan hanya ramai saat musim liburan.

Namun setelah jalur Bayah–Sawarna membaik dan jaringan telekomunikasi masuk, kunjungan wisatawan melonjak tajam. Dampaknya langsung terasa pada perekonomian warga.

“Anak muda Sawarna yang tadinya merantau ke Jakarta, pada balik kampung. Buka warung, jadi guide, sampai buka usaha sewa papan selancar,” ungkapnya.

Ombak Karang Taraje Jadi Daya Tarik Utama

Menurut Udin, daya tarik utama Pantai Sawarna bukan hanya hamparan pasir putih dan panorama alamnya. Ombak di kawasan ini justru menjadi magnet terbesar bagi peselancar.

Baca Juga :  5 Wisata Pantai di Banten Cocok untuk Libur Lebaran

Pantai Pantai Karang Taraje dan Pantai Ciantir menjadi dua titik favorit bagi peselancar.

“Pantai Karang Taraje dan Pantai Ciantir jadi favorit peselancar karena ombak reef break-nya konsisten. Cocok untuk pemula maupun peselancar berpengalaman,” jelasnya.

Karakter ombak yang stabil membuat Sawarna semakin dikenal di kalangan komunitas surfing, termasuk wisatawan mancanegara.

Dari Kampung Nelayan Menjadi Ikon Wisata

Menjelang senja, suara azan dari masjid kampung bersahutan dengan debur ombak. Lampu-lampu homestay mulai menyala. Para peselancar duduk santai sambil membersihkan papan dan saling bercerita tentang ombak hari itu.

Pantai Sawarna kini menjadi bukti bahwa kampung kecil di selatan Banten mampu tumbuh menjadi destinasi wisata yang menggerakkan ekonomi masyarakat.

Sawarna menunjukkan perubahan besar: dari kampung nelayan sederhana menjadi destinasi wisata kelas nasional.

Dari hasil tangkapan laut menuju industri wisata. Dari perahu menuju papan selancar. Sawarna membuktikan kampung nelayan pun bisa menjadi surga wisata, selama alamnya tetap terjaga dan semua pihak ikut merawatnya.

Penulis : Mg-Aldo Marantika
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd