Beranda Sosok Dari Jeruji Besi, Muhammad Yusuf Menata Masa Depan sebagai Welder Muda

Dari Jeruji Besi, Muhammad Yusuf Menata Masa Depan sebagai Welder Muda

Muhammad Yusuf (tengah) salah satu warga binaan Bapas Kelas II Cianggir Tangerang saat mengikuti pelatihan pengelasan. (Saepulloh/Bantennews)

KAB. TANGERANG – Muhammad Yusuf belum pernah memegang alat las sebelum mengikuti pelatihan di sebuah bengkel di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Kini, ia mulai membayangkan masa depan baru: bekerja sebagai juru las atau welder.

Yusuf merupakan salah satu eks warga binaan yang mengikuti pelatihan keterampilan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Ciangir. Ia pernah tersandung kasus penyalahgunaan narkoba dan kini menjalani masa pembebasan bersyarat dengan kewajiban melapor ke Bapas.

Kesempatan belajar mengelas menjadi bekal bagi Yusuf untuk menata hidup setelah menjalani masa pidana. Ia mengaku bersyukur karena program itu memberinya keterampilan baru sekaligus peluang untuk membangun masa depan.

“Belum pernah, baru ini. Makanya di sini pelajaran sangat berharga. Mudah-mudahan ke depannya ya bisa ngelas nih, jadi welder muda,” kata Yusuf, Rabu (4/11/2026).

Yusuf berharap Bapas Ciangir terus menggelar pelatihan serupa, terutama bagi anak muda yang ingin memperbaiki diri.

“Mudah-mudahan ke depannya Bapas II Ciangir lanjut terus program ini, biar positif buat anak-anak muda sekarang, yang mau berubah lebih baik,” ujarnya.

Bagi Yusuf, keterampilan kerja bukan sekadar kemampuan teknis. Pelatihan itu juga membuka jalan untuk kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih kuat, di tengah stigma yang kerap membayangi mantan warga binaan saat mencari pekerjaan.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya mereka yang masih terjerat penyalahgunaan narkoba, untuk berhenti dan mulai memperbaiki diri.

“Kalau bisa, berhentilah. Nggak enak soalnya. Mudah-mudahan kita bisa berubah menjadi lebih baik lagi,” kata Yusuf.

Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Muda Bapas Kelas II Ciangir, Faozi, mengatakan pelatihan pengelasan merupakan bagian dari pemberdayaan eks warga binaan agar mereka memiliki keterampilan saat kembali ke tengah masyarakat.

Baca Juga :  Dinkes Banten Monitoring Penguatan Penggunaan Buku KIA di Kronjo Tangerang

“Begitu kembali ke masyarakat sudah mempunyai skill, sudah mempunyai kemampuan, dan bisa menunjukkan bahwa bisa berubah, tidak dianggap jelek atau negatif,” ujar Faozi.

Sebanyak 16 eks warga binaan dari berbagai perkara pidana umum dan narkotika mengikuti praktik pengelasan selama empat hari. Seluruh peserta telah menjalani masa pidana dan kini mengikuti program pembebasan bersyarat dengan kewajiban melapor ke Bapas Ciangir.

Selain pengelasan, Bapas Ciangir juga menggelar pelatihan tata boga, servis AC, barista, dan mekanik. Program ini diharapkan membantu para peserta memperoleh keterampilan produktif sekaligus membuka peluang kerja setelah kembali ke masyarakat.

Bagi Yusuf, langkah itu baru permulaan. Dari bengkel di Tigaraksa, ia mulai merajut tekad untuk meninggalkan masa lalu dan menjadi welder muda.

Penulis : Saepulloh
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd