Beranda Advertorial Dinkes Banten Monitoring Penguatan Penggunaan Buku KIA di Kronjo Tangerang

Dinkes Banten Monitoring Penguatan Penggunaan Buku KIA di Kronjo Tangerang

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten langsung turun ke lapangan memonitoring penguatan penggunaan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Rabu (22/6/2022).

KAB. TANGERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten dan DPRD Banten langsung turun ke lapangan memonitoring penguatan penggunaan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Salah satu yang menjadi titik monitoring kali ini adalah di Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Rabu (22/6/2022).

Kepala Dinkes Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan, penggunaan buku KIA bukan hanya untuk kepentingan pasien tapi juga kepentingan tenaga kesehatan dalam melakukan kontrol kesehatan baik ibu hamil dan anak.

“Kita tahu manfaat buku KIA (bagi tenaga kesehatan) adalah untuk mencatat, melaporkan dari seluruh kondisi ibu dan anak. Sehingga, ketika ada hal yang menganggu akan mudah didiagnosa dan akan mudah dalam melakikan antisipasi,” kata Ati.

Ati mencontohkan, melalui buku KIA tenaga kesehatan dapat mencatat perkembangan pasien per pekan atau per bulan.

“Jadi tenaga kesehatan juga dapat memberikan masukan kepada pasien dari mulai kontrol, jadwal kontrol. Dan tentunya ini menberikan manfaat bagi pasien tapi juga memberikan manfaat kepada keluarga. Karena peran keluarga menjadi nomor satu setelah tenaga kesehatan,” jelasnya.

Ati berharap, para tenaga kesehatan baik di Puskesmas maupun Posyandu di Kecamatan Kronjo dapat memberikan edukasi kepada masyarakat khusunya ibu hamil akan pentingnya buku KIA.

“Yang pasti bagi kita tenaga kesehatan, bisa memberikan manfaat yang besar bagi pasien. Karena kalau buku ini tidak terisi dengan lengkap, nggak akan ada gunanya,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Banten, Barhum HS menilai kegiatan monitoring merupakan bagian penting dalam mewujudkan pelayanan dasar kesehatan yang baik bagi masyarakat di Banten.

“Program ini sangat penting dalam meningkatkan peran tenaga kesehatan dalalm meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya untuk ibu dan anak. Kami tentunya mendukung program tersebut, apalagi ini menyentuh langsung mesyarakat,” ucap Barhum.

Menurut Barhum, peran tenaga kesehatan baik di Puskesmas dan Posyandu harus dapat meningkatkan pelayanan.

“Jadi secara praktik (tenaga kesehatan) bisa melakukan akselerasi bagaimana memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak dengan baik,” ujarnya.

Sementara, Kepala Puskesmas Kronjo Udin Suprayogi menilai, buku KIA merupakan panduan lengkap bagi ibu hamil dan anak pra sekolah, tetapi juga bagi tenaga kesehatan di Puskesmas, Posyandu maupun di rumah sakit.

“Di dalam buku ini sudah sangat lengkap, dengan penjelasan yang baik. Jadi pasien dapat lebih mengerti serta tenaga kesehatan juga dapat memberikan diagnosa kesehatan yang tepat baik jadwal kontrol, antisipasi penyakit dan diagnosa kerawanan bagi ibu hamil dan bayi,” kata Udin.

Dirinya juga berharap, buku KIA juga dapat memperkecil angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI AKB).

(ADV)