Beranda Peristiwa Dapur MBG Munjul Pandeglang Buka Suara Soal Temuan Cacing di Ompreng Siswa...

Dapur MBG Munjul Pandeglang Buka Suara Soal Temuan Cacing di Ompreng Siswa SDN Dukuh 2

Cacing ditemukan dalam salah satu paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa SDN Dukuh 2 Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Senin (15/6/2026).

PANDEGLANG – Dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, belum dapat memastikan asal-usul hewan berupa cacing yang ditemukan dalam salah satu ompreng makanan yang dibagikan kepada siswa SDN Dukuh 2. Meski demikian, pihak dapur mulai mengarahkan dugaan bahwa hewan tersebut bisa saja masuk setelah makanan keluar dari dapur.

Temuan hewan yang terekam dalam video dan viral di media sosial itu memicu pertanyaan publik mengenai standar kebersihan dan pengawasan distribusi makanan MBG. Dalam video yang beredar, tampak seekor hewan masih bergerak di dalam wadah makanan siswa.

Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Pasanggrahan, Holid Dinapiha, mengaku hingga kini masih terdapat perbedaan informasi mengenai jenis hewan tersebut. Sebagian pihak menyebutnya cacing, sementara pihak lain mengidentifikasinya sebagai kelabang.

Menurut Holid, jika benar hewan itu adalah kelabang, maka kemungkinan besar masuk ke dalam ompreng saat proses distribusi atau penyimpanan di sekolah, bukan ketika makanan dikemas di dapur.

“Kami akan cek langsung ke sekolah dan dapur untuk memastikan kejadiannya seperti apa. Kalau memang kesalahan dari dapur tentu harus menjadi evaluasi,” ujarnya, Senin (15/6/2026).

Pernyataan tersebut muncul di tengah sorotan terhadap kualitas pengawasan program MBG yang selama ini diklaim menerapkan standar kebersihan ketat. Holid menegaskan proses pengemasan makanan telah melalui penyortiran dan pengawasan sebelum dikirim ke sekolah.

Ia bahkan menilai keberadaan kelabang hidup di dalam ompreng sulit dijelaskan apabila berasal dari dapur. Sebaliknya, jika hewan yang ditemukan ternyata cacing atau ulat, menurutnya kemungkinan tersebut masih dapat terjadi karena bisa terbawa dari bahan makanan seperti buah-buahan.

Meski demikian, hingga berita ini ditulis belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan jenis hewan maupun titik pasti masuknya hewan tersebut ke dalam wadah makanan siswa.

Baca Juga :  Jalan Berlubang di Rawa Buntu BSD Membahayakan

Kasus ini menambah daftar persoalan yang membayangi pelaksanaan program MBG di sejumlah daerah. Publik kini menunggu hasil investigasi dan langkah evaluasi yang akan dilakukan pihak penyelenggara untuk memastikan keamanan makanan yang dikonsumsi siswa.

Penulis: Memed
Editor: Usman Temposo