Beranda Opini Dampak Pandemik Covid-19 Terhadap Dunia Pendidikan di Indonesia

Dampak Pandemik Covid-19 Terhadap Dunia Pendidikan di Indonesia

5663
0
Ilustrasi - foto istimewa

Oleh: Nabila Rahmah S.Hum, Alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Sejak awal tahun 2020 hingga saat ini pandemik Covid-19 masih menyebar ke seluruh wilayah Indonesia. Meskipun sudah melewati beberapa bulan lamanya terhitung sejak awal Maret 2020 hingga saat ini Juli 2020. Sebagaimana yang disampaikan oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona (Covid-19), Achmad Yurianto bahwasannya hingga saat ini kasus positif covid-19 terus bertambah mencapai angka lebih dari 70.000. Artinya, keadan ini masih membutuhkan kesadaran kolektif untuk tetap waspada dan meminimalisir kegiatan di luar rumah dan membiasakan diri melakukan kegiatan-kegiatan di rumah (work from home).

Selain itu, kegiatan belajar mengajar harus tetap berjalan meskipun harus dilaksanakan secara daring (online) demi mencerdaskan anak bangsa. Hal tersebut tentunya membutuhkan perhatian lebih dari orang tua untuk terlibat dalam memantau setiap anak ketika belajar di rumah. Tentunya perubahan kegiatan belajar mengajar di tengah pandemik Covid-19 ini menimbulkan dampak positif dan dampak negatif terhadap pendidikan di Indonesia.





Dampak positifnya adalah yang pertama banyak sekali situs belajar online yang dapat diakses oleh setiap pelajar seperti Ruang Guru, Rumah Belajar Kemendikbud, Meja kita serta beberapa situs yang bekerja sama dengan Kemendikbud. Yang kedua maraknya webminar via Zoom dan Youtube yang dapat diikuti oleh seluruh pelajar di Indonesia. Yang ketiga setiap pelajar dapat dipantau oleh kedua orang tua secara langsung.

Adapun dampak negatif yang dirasakan oleh para pelajar di tengah pandemik Covid-19 ini adalah yang pertama tidak semua pelajar memiliki smartphone untuk melakukan belajar online. Yang kedua wilayah yang jauh dari pusat kota sangat terganggu oleh jaringan yang tidak stabil, sehingga sangat sulit untuk mengikuti belajar online secara bersamaan. Yang ketiga tidak semua pelajar dapat belajar dengan efektif seperti di sekolah karena beberapa faktor seperti tidak konsentrasi, kurang memahami materi dan kurangnya kerjasama orangtua dalam memantau setiap anak untuk belajar di rumah.

Dengan demikian, harapannya setiap pelajar tetap belajar dan memiliki semangat belajar yang tinggi di tengah pandemik covid 19. Karena ini merupakan sebuah tantangan bagi para pelajar untuk menggapai cita-citanya. Bahwasannya, pelajar Indonesia tidak boleh lalai dan lengah dalam belajar, karena para pelajar adalah aset Bangsa dan Negara.

Edukasi atau pendidikan harus tetap diperjuangkan dalam urutan pertama demi terwujudnya Indonesia yang cerdas, maju dan bekeadaban. Sebagaimana yang disampaikan oleh mantan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Daoed, bahwasannya ketahanan dan kekuatan suatu bangsa terletak pada bidang pendidikan.

(**)