LEBAK – Kemunculan king kobra sepanjang sekitar 5 meter dengan bobot 10 kilogram menggegerkan warga Kampung Lebak Pinang, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Rabu (28/10/2026). Ular berbisa itu muncul di belakang rumah warga hingga memicu kekhawatiran akan keselamatan penduduk.
Warga langsung menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lebak untuk mengevakuasi ular tersebut. Petugas membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk menangani king kobra yang agresif.
Petugas Damkar Kabupaten Lebak, Atma Wijaya mengatakan, anggotanya segera menuju lokasi setelah menerima laporan warga.
“Evakuasi memakan waktu sekitar dua jam. King kobra tersebut sangat agresif, sehingga petugas harus ekstra hati-hati saat mengevakuasinya,” kata Atma saat dihubungi, Rabu (28/10/2026).
Menurut keterangan warga, ular itu sebelumnya terlihat di kawasan hutan sekitar kampung. Warga sempat mengira king kobra tersebut akan kembali ke habitatnya.
Namun, menjelang magrib, ular itu justru muncul di belakang rumah penduduk.
“Menjelang Magrib ular kembali terlihat, tetapi sudah berada di belakang rumah warga. Karena tidak ada yang berani menangkap, akhirnya warga menghubungi Damkar,” ujarnya.
Kemunculan ular berbisa tersebut membuat warga enggan mendekat. Bahkan, seorang warga sempat membawa senapan angin untuk menghadapi ular itu.
Namun, warga tersebut mengurungkan niatnya karena khawatir tindakan itu justru memancing serangan.
“Memang ada warga yang membawa senapan angin, tetapi tetap tidak berani menembaknya,” ungkap Atma.
Setelah mengevakuasi ular tersebut, petugas membawanya ke posko Damkar Lebak. Atma mengatakan, pihaknya berencana melepasliarkan king kobra itu ke kawasan hutan yang jauh dari permukiman agar ular kembali ke habitatnya dan tidak mengancam keselamatan warga.
“Ular tersebut akan dilepas di hutan yang jauh dari permukiman warga atau dikembalikan ke habitatnya,” ucapnya.
Penulis : Sandi Sudrajat
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
