Beranda Peristiwa Cegah Virus Corona, Kesehatan ABK Kapal China di Banten Dipantau

Cegah Virus Corona, Kesehatan ABK Kapal China di Banten Dipantau

159
0
Petugas KKP Banten memeriksa ABK Kapal Asing asal China. (ist)

CILEGON – Guna mencegah penyebaran Virus Corona yang berasal dari Negara China, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Banten melakukan pengawasan ketat terhadap kesehatan awak buah kapal (ABK) asing yang bersandar di Pelabuhan Provinsi Banten.

Pengawasan tidak hanya dilakukan terhadap kapal asal China, namun juga seluruh kapal asing seluruh negara yang masuk ke Banten.

“Sesuai dengan Undang-Undang nomor 6 tentang 2008 tentang Kekarantinaan kesehatan disitu disebutkan semua kapal luar negeri harus diawasi dan diperiksa, setelah mereka yakin tidak ada yang demam yang sakit, baru kita boleh menurunkan bendera karantina, jadi itu memang sudah tupoksinya KKP,” ujar Kepala Seksi Pengendalian Kekarantinaan dan Surveilance Epidemiologi (PKSE), Theresia Hermin kepada wartawan, Selasa (28/1/2020).

Dia menuturkan selain Virus Corona ada tiga penyakit yang diwaspadai KKP Banten yang dikhawatirkan masuk ke Indonesia lewat para ABK kapal asing, yakni Glover dari Brasil dan Afrika, kemudian Pes, Polio dari Filipina, kemudian Mers dari timur tengah.

“Ini kemudian bertambah Virus Corona dari China. Sebenarnya Ini tidak menambah kewaspadaan kita karena memang kewaspadaan itu sudah dari awal sesuai tupoksi kami,” ucapnya.

Untuk pengawasan kapal asing dari China, lanjutnya, pihaknya melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh dan dokter langsung naik ke atas kapal.

“Dan benar-benar diperiksa, kecuali pemeriksaan suhu karena kan pemeriksaan suhu takutnya mereka habis minum parasetamol, jadi mereka bisa turun, tapi kalau secara fisik dokternya memeriksa konjungtiva agak merah, baru kita observasi, setelah yakin dan clear, baru mereka boleh merapat ke Dermaga, itu kita bekerjasama dengan KSOP dan imigrasi juga,” terangnya.

Dia menuturkan kapal asing yang paling banyak ke melalui pelabuhan di Banten kebanyakan Singapura dan Malaysia.

“Kalau China tahun lalu ada 46 kapal, kalau bulan ini baru 3 kapal yang masuk yakni satu datang dari China, Hongkong dan Taiwan,” jelasnya.

Untuk lebih intensif melakukan pengetatan terhadap Virus Corona, lanjutnya, saat ini pihaknya masih memantau penyebaran virus ke seluruh dunia.

“Saat ini kita sedang melihat Corona virus yang menyebar ke seluruh dunia, khawatir kalau mereka sudah ada warga negara Singapura atau yang sudah suspect atau negara Malaysia itu yang patut kita waspadai lagi, karena banyak yang masuk ke kita dari sana,” katanya.

Meski demikian, kata dia, saat ini semua kapal diperiksa. Apalagi virus Corona menjadi kewaspadaan nasional.

“Jadi kita juga diminta agar observasinya itu benar-benar berlapis, jadi bukan hanya suhu saja, tapi juga kita melihat keseluruhan, kan mereka menunggu dermaga juga hitungannya hingga satu atau tiga hari, jadi bisa kita berkali-kali wsspadai dan periksa,” imbuhnya.

(Man/Red)