Beranda Peristiwa Camat : Ada Persoalan Rebutan Lahan Dibalik 4 Warga Dipolisikan Gegara Lockdown

Camat : Ada Persoalan Rebutan Lahan Dibalik 4 Warga Dipolisikan Gegara Lockdown

372
0
Jalan Depan Utama Perumahan Mutiara Garuda Desa Kp Melayu Timur Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang - foto istimewa

KAB. TANGERANG – Dibalik tujuan mensomasi keempat warga Perumahan Mutiara Garuda yang tengah menutup akses jalan utama ternyata ada sejumlah kepentingan lain yang tengah dipersoalkan kedua kubu yakni pihak pengembang dan pengelola pasar di sekitar jalan utama komplek.

Hal itu diungkapkan Camat Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Supriyadinata. Supriyadi mengaku sedang menyelesaikan kepentingan ketiga kelompok tersebut bersama Polsek Teluknaga dan Koramil 01/Tlg. Dirinya menuturkan sebelumnya telah dua kali melakukan mediasi kepada semua pihak terkait.

“Sampai saat ini masih kita lakukan secara dialog musyawarah,” kata Supriyadi, Rabu (14/4/2020).





Dibeberkan dia, berawal perebutan tempat antara pengembang Mutiara Garuda dengan sejumlah kordinator pengelola pasar yang berdiri di perbatasan jalan desa dan jalan milik pengembang.

Pihak pengembang merasa akses sepanjang jalan utama komplek masih miliknya yang berdiri pasar tanpa izin terlebih dahulu.

“Kemudian salah satu pihak menutup satu diantara dua akses jalan utama perumahan. Lebih tepatnya di perempatan menuju jalan desa dan jalan utama komplek,” pungkasnya

Lebih lanjut kata Supri, Forum Komunikasi Komplek Mutiara Garuda mengaku dengan kondisi penyebaran Covid-19, mereka melakukan lockdown mandiri menutup akses jalan utama separuhnya lagi untuk pencegahan beredarnya wabah tersebut.

“Kami sedang bereskan kepentingan semua pihak secara musyawarah.Tapi kalau cara ini tidak bisa, terpaksa dengan upaya jalur hukum karena semua memiliki hak yang sama,” tutupnya

Sementara itu, pihak PT Indoglobal Adyapratama selaku pengembang Perumahan Mutiara Garuda angkat bicara terkait pihaknya mensomasi keempat warga yang menginisiasi menutup jalan utama sebelahnya lagi untuk lockdown mandiri dan berselisih dengan pengelola pasar.

Direktur Operasional Suhandoyo mengatakan jalan utama komplek yang ditutup tanpa izin terlebih dahulu karena masih berstatus aset pengembang. Selain itu, pihaknya mengaku menyesalkan kejadian tersebut karena berdampak merugikan semua orang yang hendak ingin lewat.

“Saya ingin mengedepankan kepentingan umum. Banyak masyarakat yang mengeluhkan adanya penutupan jalan utama Perumahan Mutiara Garuda, karena jalan ini satu-satunya jalan alternatif menuju jalan raya ke kosambi dan Jakarta,” ujar Suhandoyo saat ditemui di Kantor Pemasaran PT Indoglobal Adyapratama, Rabu (15/4/2020).

Lanjut, Suhandoyo menjelaskan pihaknya tengah melakukan penertiban disekitar area perumahan Mutiara Garuda dalam rangka mempersiapkan penyiapan Fasilitas Sosial Umum (FSU) kepada pemerintah setempat.

“Kan dalam berkaitan peraturan FSU itu ada kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi pengembang sebelum itu disahkan. Salah satu progress yang kita lakukan adalah pembenahan lingkungan dan saluran air,” terang Suhandoyo

Merasa keberatan adanya kegiatan pasar di area Perumahan Mutiara Garuda tanpa izin dari pengembang, secara otomatis pihaknya upayakan penertiban. Namun, Suhandoyo mengaku sulit menyelesaikan sektor proyek sarana prasarana jalan kesusahan.

“Sebelumnya kan sekitar jalan utama perumahan ini kan banyak berdiri pedagang kaki lima. Memang jalan utama ini masih milik pengembang, tapi pernyataan bahwa kita siap menyerahkan sudah,” tandasnya.

Jika persoalan penutupan jalan utama yang satunya lagi ditenggarai karena lockdown mandiri demi pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan Perumahan Mutiara Garuda, Suhandoyo mengaku tidak mempersoalkan lebih. Namun, seharusnya melakukan komunikasi yang baik dahulu kepada pengembang.

“Kita setuju adanya lockdown mandiri, karena itu bagian mendukung kebijakan pemerintah. Tapi yang kita persoalkan adalah penutupan jalan utamanya ini loh,” beber Suhandoyo

Ia menuding, pengelola pasar dan forum komunikasi warga komplek mutiara garuda bersengkongkol menutup jalan utama.

“Mereka dompleng melakukan secara bersama-sama menutup jalan utama blakang perumahan,” tandasnya

(Tra/Ren/Red)