
SERANG – Program Serang Mengaji mulai menunjukkan hasil. Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mencatat jumlah pelajar yang belum mampu membaca Al Quran turun drastis, dari sekitar 1.600 siswa menjadi sekitar 300 siswa.
Capaian tersebut terungkap dalam kegiatan sosialisasi dan pemetaan aplikasi Serang Mengaji di SMP Negeri 1 Kota Serang, Kamis (6/8/2026).
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda) I Setda Kota Serang, Anthon Gunawan, mengatakan penurunan jumlah siswa yang belum mampu membaca Al Quran menjadi indikator awal perkembangan program tersebut.
“Pada awalnya sebelum Serang Mengaji bergulir terdapat kurang lebih 1.600 siswa yang belum bisa baca Al Quran. Informasi terakhir masih ada sekitar 300-an siswa yang belum bisa, dan hari ini semuanya sudah tersentuh program Serang Mengaji,” kata Anthon.
Menurutnya, kolaborasi antara Pemkot Serang, Satgas Serang Mengaji, dan Badan Wakaf Al Quran (BWA) ikut mempercepat pelaksanaan program, termasuk melalui penyaluran ribuan mushaf Alquran.
Anthon menyebut, BWA telah menyalurkan sekitar 22 ribu mushaf Al Quran kepada pelajar dan masyarakat Kota Serang. Ia berharap jumlah tersebut terus bertambah melalui program satu siswa satu mushaf Alquran.
“Kota Serang sendiri telah mendapatkan kurang lebih 22.000 mushaf Al Quran. Mudah-mudahan ke depan masih bisa bertambah lagi, apalagi saya dengar BWA memiliki program satu siswa satu mushaf Alquran,” ujarnya.
Untuk mempercepat penanganan siswa yang belum mampu membaca Al Quran, Pemkot Serang mulai menerapkan aplikasi Serang Mengaji. Aplikasi tersebut akan memetakan kemampuan membaca Al Quran setiap siswa sehingga pemerintah dapat menentukan pola pembinaan secara lebih terarah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri, mengatakan aplikasi itu akan mendata kemampuan membaca Alquran sekitar 27 ribu siswa SMP di Kota Serang.
“Hari ini kita melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pemetaan Kota Serang Mengaji yang dilakukan oleh BWA bersama Dinas Pendidikan dan dihadiri Satgas Kota Serang Mengaji. Ada tiga tahapan yang dilakukan,” katanya.
Melalui sistem tersebut, Dindikbud akan mengelompokkan siswa berdasarkan kemampuan membaca Al Quran. Siswa yang belum lancar akan mengikuti pembinaan hingga mampu membaca dengan baik.
“Jumlah murid SMP di Kota Serang sekitar 27 ribu siswa akan terpetakan. Berapa sesungguhnya jumlah murid yang belum bisa, terutama di kelas 9. Dengan menggunakan aplikasi Kota Serang Mengaji ini mempermudah kita untuk memetakan dan nanti bergerak memastikan mereka bisa membaca Alquran,” jelas Ahmad.
Selain meningkatkan kemampuan membaca, program Serang Mengaji juga mengajarkan nilai-nilai Al Quran, seperti toleransi, kasih sayang, dan semangat berbagi.
Dindikbud juga akan memetakan siswa dengan kemampuan terbaik dalam tajwid, makharijul huruf, tilawah, dan hafalan untuk masuk kelompok unggulan.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang, Tri Ningsih, menilai program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang berkarakter.
“Pemimpin masa depan harus memiliki akhlak yang karim. Pembangunan Kota Serang tidak akan terlihat kemajuannya tanpa didukung SDM yang berakhlak, memiliki integritas, dan moral yang baik,” ujarnya.
Tri juga mendorong pemanfaatan aplikasi Serang Mengaji tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga agar pembelajaran Al Quran semakin luas.
Sebagai bentuk apresiasi, BWA menyiapkan dua paket umrah gratis bagi pengguna aktif aplikasi Serang Mengaji yang mengikuti program infak. Pengundian dijadwalkan berlangsung pada akhir 2026, sedangkan pemberangkatan pemenang direncanakan pada awal 2027.
Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd