Beranda Pemerintahan Bupati Tangerang Panen Kol dan Oyong bersama Koperasi BMI di Kronjo

Bupati Tangerang Panen Kol dan Oyong bersama Koperasi BMI di Kronjo

355
0
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar bersama Presiden Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI) memanen sayuran Kol dan Oyong - foto istimewa

KAB. TANGERANG – Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar bersama Presiden Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI) memanen sayuran Kol dan Oyong di kampung blukbuk luwung RT. 03/04 Desa Blukbuk Kecamatan Kronjo Kabupaten Tangerang, Kamis (13/2/2020).

Bupati Tangerang mengatakan di kampung belukbuk telah dibangun jalan lintas desa melalui TMMD untuk menunjang aksebilitas masyarakat, dan untuk mendukung perairan diwilayah kronjo dibangun pula tandon air untuk mendukung pertanian diwilayah kronjo didesa blukbuk.

“Perekonomian mulai menggeliat, mulai dari akses jalan, pertanian disini pun kita dukung dengan tandon air yang dibangun oleh pemkab tangerang,” papar Zaki.

Wilayah kronjo dan sekitarnya jika musim kering susah mendapatkan air karna dataran rendah dan sawah tadah hujan, lanjut Zaki, sekarang musih hujan dan dimulai musim tanam hasil pertanian sekarang terbukti bisa memanen sayuran kol dan oyong hasil petanian masyarakat.

“Saya berharap, sektor pertanian holtikultura terus digalakan untuk wilayah kronjo yang telah terbukti seperti kol, cabe dan oyong bisa dipanen lebih cepat,” ungkap Zaki melalui siaran tertulis.

Presiden Koperasi Syariah BMI Kamarudin Batubara, hari ini kita memanen kol dan oyong dikronjo merupakan petani binaan koperasi BMI, dengan jumlah petani 11, 8 orang petani pembiayan 3 orang petani mandiri.

Untuk komoditas kol dataran rendah pertanian holtikultira binaan BMI diwilayah kecamatan kronjo seluas 4.000 meter persegi, komoditas Oyong 6.000 meter persegi, komoditas Timun 6.000 meter persegi dan komoditas Cabai 7.000 meter persegi.

“Kami memberikan pendampingan penyuluh pertanian, hingga saat ini panen mencapai 1 ton untuk komoditas oyong,” jelas Kamarudin.

Kariri (50) petani Oyong yang menggarap sekitar 2000 meter persegi lahan sawahnya menjadi lahan oyong dapat menghidupi keluarganya cukup tersenyum dengan panen oyong saat ini, oyong ditanam sekitas satu bulan lima hari sudah dipanen.

” Panen sekarang lumayan, sekali memetik mendapatkan hingga 4 kwintal perharinya, sudah delapan hari hampir satu ton,” ucap Kariri yang saat ini sudah memiliki dua cucu.

(Red)