Beranda Pemerintahan Bupati Lebak : Transformasi Digital Sebuah Keniscayaan

Bupati Lebak : Transformasi Digital Sebuah Keniscayaan

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya

LEBAK – Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menjadi salah satu narasumber dalam Webinar Gerakan Nasional Revolusi Mental yang diselenggarakan Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Banten sebagai salah satu dari rangkaian acara peringatan Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) ke-74. Bertempat di Lebak Data Centre.

Webinar ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran bagi para birokrat dan ASN untuk melakukan suatu perubahan sehingga diharapkan dapat berperan menjadi agen perubahan sebuah langkah ke depan, berpikir untuk maju dan lebih kreatif dalam melakukan sebuah hal yang dianggap penting dilakukan sebuah perubahan ke depannya.

Selain Bupati Lebak kegiatan juga diisi oleh beberapa narasumber lainnya seperti, Dini Kusumawati Kepala Biro Ortala Setjen Kemenkeu dan Nyoman Shuida Deputi Bidang Koordinasi GNRM, Menko PMK.





Dalam paparannya Bupati memperkenalkan secara singkat tentang wilayah Kabupaten Lebak serta menjelaskan 5 gerakan perubahan Indonesia yang sudah diterapkan di Kabupaten Lebak serta beberapa inovasi dalam pelaksaannya.

Di antaranya Inovasi Lebak Melayani; aplikasi layanan on line kartu kuning/pencari kerja, modul rawat jalan RSUD Dr. Adjudarmo (sistem informasi manajemen rumah sakit/ SIM-RS), Inovasi Lebak Bersih; Klinik Konsultasi Dana Desa dan Aplikasi Sistem Informasi Keselamatan Lalu Lintas, Inovasi Lebak Mandiri; Mantri Tani Desa (MTD, Pakan Alternatif Hemat (PAHE), Inovasi Lebak Tertib; Asal Ketik Arsip Nampak (Atikan) yang bertujuan untuk mempermudah pengelolaan kearsipan, dan Inovasi Lebak Bersatu; Program Jamilah (Jemput, Antar, Ibu Hamil dan Melahirkan) yang membantu dan memfasilitasi ibu hami bermasalah.

“Transformasi digital pada berbagai sektor bukan lagi sebuah pilihan, tapi sudah menjadi keniscayaan dan keharusan, jadikan teknologi sebagai nafas dari perubahan,” ungkap Bupati melalui siaran tertulis, Kamis (12/11/2020).

Sementara itu Nuning Sri Rejeki Wulandari Kepala Perwakilan Kemenkeu Provinsi Banten mengatakan revolusi mental merupakan sebuah sikap untuk memperbaiki pola pikir dan cara bertindak dalam kehidupan bersama sebagai masyarakat Indonesia.

(Red)