Beranda Pemerintahan Bulog dan Diskoperindag Kabupaten Serang Gelar Operasi Pasar

Bulog dan Diskoperindag Kabupaten Serang Gelar Operasi Pasar

193
0
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang, Prauri saat meninjau harga bahan komoditas pangan di Pasar Baros, Senin (12/4/2021) (Foto: Nindia)

KAB. SERANG – Perusahaan umum Badan Urusan Logistik atau yang biasa disebut Perum Bulog bersama Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang melakukan Operasi Pasar daging di Pasar Baros, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang.

Operasi Pasar daging yang digelar pada Senin (12/4/2021) berlangsung dari pukul 08.30 pagi. Daging yang dijual yakni daging kerbau dengan harga Rp80 ribu per kilogram dan daging sapi seharga Rp90 ribu per kilogram.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Diskoperindag Kabupaten Serang, Prauri mengatakan Operasi Pasar daging yang digelar merupakan suatu bentuk kerja sama antara Bulog dengan Diskoperindag untuk menstabilkan harga bahan pangan khususnya daging.

“Ini dibuat (Operasi Pasar) karena terjadinya kenaikan harga khususnya daging. Kerja sama kami dengan Bulog untuk mengantisipasi harga barang-barang yang naik disebabkan karena permintaan. Tujuannya ya untuk menstabilkan harga,” ujarnya.

Terkait jumlah daging sapi dan daging kerbau yang dijual pada Operasi Pasar hari ini, pihak Bulog menjual sebanyak 100 kilogram daging kerbau dan 75 kilogram daging sapi.

“Pengadaan Operasi Pasar hanya hari ini dan di Pasar Baros saja. Stok daging di Bulog aman. Yang kami bawa saat ini 175 kilogram, 100 kilogram untuk daging kerbau dan 75 kilogram untuk daging sapi,” ujar Septian, salah satu staf Bulog Serang.

Berdasarkan pantauan dari BantenNews.co.id, salah satu pedagang daging sapi dan daging kerbau di Pasar Baros, Mamas (55) menjual daging kerbau dengan harga yang lebih mahal dibandingkan daging sapi.

“Saya jual daging sapi Rp120 ribu per kilogram, daging kerbau Rp150 ribu per kilogram. Semuanya daging premium. Sapi jauh lebih murah karena di sini banyak yang sukanya itu daging kerbau. Ada jeroan juga itu Rp80 ribu per kilogram udah pakai hati, jantung, segala komplit,” ujarnya.

Mamas menyebutkan harga daging sapi dan kerbau menjadi mahal saat Ramadan dari pada hari-hari biasanya dikarenakan permintaan yang banyak dari konsumen selain itu para pemasok daging yang sudah menjual dengan harga yang tinggi. “Dagingnya dari sana udah mahal, pemasoknya aja jual udah di atas Rp100 ribu,” katanya.

Kenaikan yang cukup mecolok juga terjadi pada pedagang ayam di Pasar Baros. Harga daging ayam naik menjadi sekitar 14,3 persen per kilogram dari harga sebelumnya. Sementara untuk harga ikan mas hidup mengalami penurunan hingga 25 persen untuk per kilogramnya.

“Kalau ayam harganya sekarang Rp40 ribu, tadinya itu Rp35 ribu sampai Rp38 ribu. Ikan mas hidup sekarang Rp40 ribu per kilogramnya, tadinya bisa mencapai Rp50 ribu per kilogramnya,” ujar Iip (45), pedagang ayam dan ikan mas hidup di Pasar Baros.

Di sisi lain, harga beras di Pasar Baros cenderung stabil. Hal ini dituturkan Mis (45) salah satu pedagang beras yang mengaku tidak ada kenaikan harga dari beras yang ia jual.

“Tidak ada kenaikan harga, nanti lebaran mungkin naik tapi tidak seberapa, biasanya cuma naik Rp1000,” paparnya.
(Tra/Nin/Red)