CILEGON — Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mulai mengalihkan penyaluran gaji ASN di tiga organisasi perangkat daerah (OPD) ke Bank Banten pada bulan depan. Langkah ini menjadi tahap awal rencana pemindahan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dari bank bjb ke Bank Banten pada 2027.
Tiga OPD yang masuk tahap awal tersebut yakni Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD), Bapperida, serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Cilegon.
Wali Kota Cilegon, Robinsar mengatakan, Pemkot Cilegon belum mengalihkan seluruh penyaluran gaji ASN. Pemerintah masih menguji sistem melalui beberapa OPD hingga akhir 2026.
“Tahap awal ini perihal penggajian ASN. Belum semua OPD, kita trial di tahun ini ada beberapa OPD sampai akhir tahun,” kata Robinsar usai menandatangani kerja sama dengan Bank Banten di Rumah Dinas, Kamis (17/9/2026).
Menurut Robinsar, Pemkot Cilegon juga menyiapkan pengelolaan keuangan sejumlah BLUD rumah sakit melalui Bank Banten. Pemerintah memilih penggajian ASN dan komponen yang lebih mudah sebagai tahap awal peralihan RKUD.
“Hari ini soal penggajian saja dan beberapa BLUD rumah sakit yang akan dikelola oleh Bank Banten. Semua butuh waktu, sistem, administrasi juga,” ujarnya.
Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami menyatakan, kesiapan pihaknya memberikan fasilitas layanan bagi Pemkot Cilegon. Ia juga menyebut Bank Banten akan mendukung kegiatan pemerintah daerah melalui kerja sama bisnis.
Busthami menjelaskan, pengelolaan RKUD nantinya mencakup penerimaan pendapatan daerah, termasuk retribusi, serta pengeluaran dan pembiayaan.
“Kita sama, ada dua sisi dalam konteks RKUD itu yaitu penerimaan pendapatan retribusi daerah, dan terkait dengan pengeluaran termasuk di dalamnya ada konsep pembiayaan dan sebagainya,” katanya.
Namun, Robinsar dan Kepala BPKPAD Cilegon Syafruddin tidak menjelaskan besaran anggaran gaji ASN dari tiga OPD yang mulai menggunakan layanan Bank Banten.
Keduanya memilih tidak menjawab saat wartawan menanyakan nilai anggaran tersebut.
Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
