CILEGON – Hingga akhir triwulan ketiga 2026, Perumda Air Minum Cilegon Mandiri (Perumda CM) dikabarkan telah menunjukkan tren kinerja keuangan positif dengan membukukan dividen sekira Rp5,3 miliar. Jumlah dividen pasca audit yang telah disetorkan ke kas daerah itu melampaui target pendapatan yang telah ditetapkan yakni Rp5 miliar atau surplus sekira Rp300 juta.
Direktur Perumda CM, Ikhwan Kurniawan mengungkapkan, capaian pendapatan itu diperoleh seiring dengan terus meningkatnya volume penjualan air baku yang dipasok oleh PT Krakatau Tirta Industri (KTI) sekira 260 liter per detik melalui sinergitasnya dengan salah satu BUMD Kota Cilegon tersebut.
“Posisi penjualan kita sekarang sudah di 220 liter per detik. Nah pada September kemarin, jumlahnya (penggunaan air) tertinggi sepanjang sejarah yaitu 510 ribu kubik per bulan dari konsumen perumahan, industri dan niaga, dengan rata-rata 490 ribu kubik per bulan,” ungkap Ikhwan dalam keterangannya, Kamis (1/10/2026).
Capaian dividen tersebut sejalan dengan pertumbuhan kepercayaan pelanggan terhadap kualitas suplai dan volume penjualan air yang terus meningkat sehingga Perumda CM telah mencatatkan sekira 24.880 sambungan pelanggan.
Perumda CM juga terus memperluas cakupan layanan hingga wilayah perbukitan Pulomerak yang selama ini kesulitan sulit air bersih, sehingga volume penjualan air meningkat signifikan.
“Pinginnya sih target 2026 yang nanti disetorkan di tahun 2027 itu Rp6 miliar. Pencapaian ini menjadi bukti kepercayaan masyarakat Cilegon terhadap layanan kami terus tumbuh. Volume penjualan air semakin besar sejalan dengan kualitas yang kami jaga,” terang Ikhwan.
Dengan tren grafik kinerja yang terus mendongkrak dari tahun ke tahun, Perumda CM optimistis mampu menutup tahun 2026 dengan kontribusi dividen yang maksimal dan menjadi BUMD yang tidak hanya melayani publik, tetapi juga menjadi penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) andalan Kota Cilegon.
Penulis: Gilang Fattah
Editor: Wahyudin
