CILEGON – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Banten menemukan kelebihan pembayaran belanja cetak buku pada Sekretariat DPRD Kota Cilegon sebesar Rp47.970.955,32.
Temuan tersebut merupakan bagian dari hasil pemeriksaan atas 15 paket pekerjaan belanja cetak buku di sejumlah perangkat daerah pada Tahun Anggaran 2025.
Berdasarkan dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK yang diperoleh, nilai kelebihan pembayaran pada Sekretariat DPRD berasal dari empat paket pekerjaan di Bagian Perencanaan, Keuangan dan Layanan DPRD.
BPK menjelaskan, kelebihan pembayaran dihitung dari perbandingan antara nilai pertanggungjawaban belanja dengan jumlah buku yang benar-benar dipesan berdasarkan bukti dokumentasi, bukti pemesanan, dan kuitansi riil dari percetakan.
Hasil pemeriksaan juga mengungkap bahwa kondisi tersebut terjadi karena pengendalian intern atas pelaksanaan belanja belum memadai. Selain itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dinilai belum mempertanggungjawabkan belanja secara tertib dengan dukungan bukti yang lengkap dan sah.
Dalam LHP tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menyatakan sependapat dengan hasil pemeriksaan BPK. Atas temuan itu, sebagian dana telah disetor kembali ke kas daerah.
Untuk Sekretariat DPRD, penyetoran dilakukan melalui empat Surat Tanda Setoran (STS) pada 8 Mei 2026 dengan total Rp47.970.955,32, sehingga nilai temuan pada perangkat daerah tersebut telah ditindaklanjuti.
Secara keseluruhan, BPK menemukan kelebihan pembayaran belanja cetak buku pada tiga perangkat daerah dengan total Rp566.623.955,32. Hingga pemeriksaan berakhir, baru Rp77.216.955,32 yang telah disetor ke kas daerah, sehingga masih terdapat sisa kelebihan pembayaran yang belum disetor sebesar Rp489.407.000.
Perihal temuan BPK ini belum ada tanggapan dari pihak Sekretariat DPRD Kota Cilegon.
Kepala Bagian Perencanaan Keuangan dan Pelayanan Sekretariat DPRD Kota Cilegon, Andi Lala saat hendak dikonfirmasi tidak berada di ruangannya.
Menurut keterangan pegawai Andi Lala tengah menggelar rapat di luar kantor.
“Tadi pak Kabag keluar rapat sejak pagi,” ujar salah seorang staf yang enggan menyebutkan nama.
Begitu juga saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Andi Lala tidak merespons.
Penulis: Usman Temposo
Editor: Wahyudin
