Beranda Pemerintahan BPBD Pandeglang Imbau Warga Waspada Kebakaran Selama Ramadan

BPBD Pandeglang Imbau Warga Waspada Kebakaran Selama Ramadan

70
0
Ilustrasi - foto istimewa beritacenter.com

PANDEGLANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang mengimbau warga agar waspada bencana kebakaran selama bulan suci Ramadan.

Dari data yang dimiliki BPBD Pandeglang, selama bulan suci Ramadan tercatat ada 8 kejadian kebakaran yang terjadi, seperti yang terjadi di Desa Koncang Kecamaan Cipeucang, Desa Saketi Kecamatan Saketi, Desa Cibadak, Kecamatan Cimanggu, Desa Pagelaran Kecamatan Pagelaran, Desa Paniis Kecamatan Koroncong, Desa Sukawaris Kecamatan Cikeusik dan Kelurahan Saruni Kecamatan Pandeglang.

Kasi Kebencanaan dan Kedaruratan BPBD Pandeglang, Endan mengingatkan, agar warga selalu waspada selama bulan suci Ramadan. Terlebih, selama bulan suci Ramadan kegiatan memasak warga tidak hanya dilakukan siang hari akan tetapi dilkakukan juga malam hari sehingga menbutuhkan konsentrasi.

Kata Endan, kadang kala faktor kelelahan usai menjalankan puasa juga bisa memicu kurang konsentrasi warga sehingga ditakutkan bisa menyebabkan terjadinya kebakaran.

“Sering kami imbau bahwa selama bulan Ramadan itu kita harus meningkatkan kewaspadaan berkaitan dengan kegiatan masak-memasak di rumah maupun ditempat lain. Kami juga sering mengingatkan kepada warga agar saat kejadian jangan panik,” bebernya, Rabu (6/6/2018).

Sebab itu, Endan mengharapkan, agar warga tidak panik ketika terjadi kebakaran. Selain segera menghubungi petugas pemadam kebakaran, warga juga sebaiknya melakukan langkah antisipasi ketika kejadian.

“Seperti beberapa waktu lalu kejadian kebakaran di Pagelaran, sebenarnya yang punya rumah melangkahnya (antisipasi) sudah bagus, begitu ada tabung gas bocor yang punya rumah mengambil handuk basah langsung ditutup ke tabung gas. Tapi mungkin apinya sudah terlalu besar makanya handuk basah ikut hangus juga,” pungkasnya.

Lebih lanjut Endan mengatakan, dari 8 kejadian kebakaran kebanyakan karena konsleting listrik, jadi warga diminta untuk tidak memasang listrik dari tempat berbahaya dan selalu memeriksa saklar dan kabel listrik.

“Sebenarnya ketika ada kejadian juga kami sering memberitahu kepada warga jangan sekali-kali memasang listrik dari tempat berbahaya,” pesannya. (Med/Red)