
SERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mulai memetakan langkah mitigasi setelah Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, dinyatakan berada pada zona kuning atau tingkat kerawanan sedang pergerakan tanah.
Kepala BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi geografis wilayah serta berdialog dengan pemerintah desa dan warga setempat. Peninjauan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari laporan BPBD Kabupaten Lebak terkait munculnya retakan tanah di beberapa titik permukiman.
Menurut Lutfi, berdasarkan kajian dan rekomendasi dari Badan Geologi Bandung, sebagian wilayah Kabupaten Lebak memang memiliki potensi pergerakan tanah yang cukup tinggi.
“Secara klasifikasi, Desa Bayah Timur masuk zona kuning atau kerawanan sedang. Namun status ini tetap harus menjadi perhatian bersama karena potensi retakan bisa berkembang jika dipicu curah hujan tinggi atau perubahan kondisi tanah,” ujar Lutfi saat berdiskusi dengan Kepala Desa Bayah Timur, Rafik Rahmat Taufik.
Ia menegaskan, kunjungan tersebut tidak hanya sebatas peninjauan lapangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyiapkan langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana bagi masyarakat.
BPBD Provinsi Banten, kata Lutfi, akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk pemantauan kondisi tanah serta kemungkinan penanganan terhadap rumah warga yang terdampak retakan.
“Pemerintah daerah sedang memikirkan langkah yang tepat agar masyarakat tetap merasa aman dan tidak terus-menerus dihantui kekhawatiran, terutama ketika cuaca ekstrem terjadi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bayah Timur, Rafik Rahmat Taufik, mengapresiasi respons cepat pemerintah dalam menindaklanjuti kondisi di wilayahnya. Ia berharap peninjauan tersebut dapat menghasilkan solusi konkret bagi warga yang terdampak retakan tanah.
“Kami bersyukur setelah sebelumnya BPBD Kabupaten datang, kini Kepala BPBD Provinsi juga turun langsung ke lapangan. Mudah-mudahan ada langkah nyata untuk membantu masyarakat,” katanya.
Pemerintah desa juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi pergerakan tanah, terutama saat intensitas hujan meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Tim Redaksi