
LEBAK – Tim Basarnas Banten mengevakuasi Alisya (8), bocah asal Kampung Rumbut Kebon Cau, Desa Kaduagung Barat, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, yang tercebur ke dalam sumur. Petugas menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia setelah melakukan evakuasi dari sumur sedalam 24 meter, Selasa (22/9/2026).
Komandan Tim (Dantim) Basarnas Banten, Ruddy, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga terkait seorang anak yang tercebur ke dalam sumur. Setelah menerima laporan tersebut, Basarnas Banten langsung mengerahkan 10 personel menuju lokasi.
“Setelah tiba di lokasi, tim langsung mengevakuasi korban dengan cara turun ke dalam sumur yang mempunyai kedalaman 24 meter menggunakan alat Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA), tripod, serta tali,” kata Ruddy saat ditemui di lokasi, Selasa (22/9/2026).
Menurut Ruddy, proses evakuasi berlangsung sekitar 15 menit. Petugas mulai turun ke dalam sumur hingga berhasil mengangkat tubuh korban ke permukaan dalam waktu tersebut.
“Evakuasi sekitar 15 menit hingga korban diangkat ke atas sumur. Untuk kondisi korban sudah meninggal dunia,” ujarnya.
Ruddy menjelaskan, petugas menggunakan peralatan khusus karena sumur memiliki kedalaman sekitar 24 meter. Tim juga memastikan proses evakuasi berjalan aman dengan menggunakan SCBA, tripod, dan tali untuk menurunkan serta mengangkat petugas dan korban.
Tercebur Saat Mengambil Tas
Sebelumnya, Alisya dilaporkan tercebur ke dalam sumur di Kampung Rumbut Kebon Cau, Desa Kaduagung Barat, Kecamatan Cibadak. Peristiwa itu terjadi ketika korban hendak mengambil tas yang tergantung di atas sumur.
Saat berusaha mengambil tas tersebut, korban diduga kehilangan keseimbangan hingga terjatuh ke dalam sumur. Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian melaporkannya kepada petugas untuk mendapatkan bantuan evakuasi.
Tim Basarnas Banten selanjutnya mendatangi lokasi dan melakukan proses evakuasi. Setelah berhasil mengangkat korban dari dalam sumur, petugas memastikan Alisya telah meninggal dunia.
Penulis: Sandi Sudrajat
Editor: Wahyudin