Beranda Peristiwa BMKG Bakal Kenalkan Alat Peringatan Dini Tsunami ke Masyarakat Banten

BMKG Bakal Kenalkan Alat Peringatan Dini Tsunami ke Masyarakat Banten

257
0
Ilustrasi. (Foto : google.com)

SERANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengadakan ekspedisi ke 584 desa rawan gempa dan tsunami di wilayah selatan Pulau Jawa, termasuk wilayah Banten. BMKG akan mengenalkan alat peringatan dini tsunami kepada masyarakat.

“Kalau kami targetnya adalah memberikan sosialisasi termasuk memberikan pemahaman tentang produk peringatan dini tsunami BMKG, karena percuma juga sebuah informasi yang kami kirimkan itu tidak dipahami oleh masyarakat yang terdampak,” ujar Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, di Gedung BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Rabu (10/7/2019).

BMKG juga akan menjelaskan perkiraan waktu gelombang tsunami tiba ke daratan jika warning adanya tsunami berbunyi. Rahmat mengatakan waktu datangnya tsunami berbeda di setiap daerah. Sehingga masyarakat bisa bergegas melakukan evakuasi.

“Kami juga akan memberikan penjelasan bahwa untuk di wilayah Jatim dan Jateng, Yogyakarta, Jabar, Banten semuanya itu memang ada catatan sejarah tsunami yang pernah terjadi, kami tentunya juga akan memberikan pemodelan potensi bilamana ada tsunami walaupun hal ini belum tentu terjadi,” katanya dilansir detik.com.

Lebih lanjut Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kemendagri, Safrizal memastikan pemerintah ikut berperan dan mendukung kegiatan ekspedisi ini.

“Dapat kami sampaikan bahwa urusan penanganan bencana ini adalah urusan yang top priority, kalau dalam susunan hirarki urusan pemerintahan maka dia menjdi nomor 1. Memastikan daerah melakukan upaya dalam rangka memberitahu masyarakat terhadap ancaman bencana berpotensi mengancam mereka,” katanya.

Ia memastikan pemerintah daerah aktif dalam mengurangi risiko bencana. Dengan turut menginformasikan melalui tanda-tanda dan rambu ataupun dengan metode teknologi.

“Dengan berbagai macam metode, metode statis menampilkan spanduk, ataupun metode yang berbau teknologi. Bahkan jika perlu kita menyediakan SMS gateaway. Setiap tamu yang datang ke suatu wilayah rawan bencana diingatkan dengan SMS gateaway bahwa ini adalah area rawan bencana, tsunami misalnya, lalu orang aware dan mencari tahu tindakan apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko,” jelasnya. (Red)