SERANG — Wacana Provinsi Banten bersama Lampung menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032 terus bergerak. Pemerintah Provinsi Banten bahkan telah mendaftarkan diri ke KONI.
Di balik ambisi tersebut, kalangan akademisi menilai peluang terbuka lebar, namun harus diiringi dengan kesiapan yang matang dan terukur.
Akademisi Pendidikan Olahraga Universitas Bina Bangsa, Edit Tirna, menilai ajang PON dapat menjadi momentum lompatan besar bagi Banten, tidak hanya di sektor olahraga, tetapi juga ekonomi dan pariwisata.
“Event sebesar PON bisa mendorong UMKM, transportasi, dan pariwisata. Aktivitas ekonomi akan meningkat selama dan setelah penyelenggaraan,” ujar Edit, Sabtu (4/4/2026).
Ia juga menyoroti pentingnya momentum kebangkitan prestasi olahraga daerah. Menurutnya, pemerintah harus memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini agar dampaknya tidak berhenti pada kesuksesan seremoni semata.
“Jangan hanya sukses penyelenggaraan. Banten harus mampu melahirkan atlet yang bersaing di level nasional hingga internasional,” katanya.
Edit menekankan pentingnya manajemen yang profesional dalam penyelenggaraan. Ia mendorong adanya perencanaan strategis yang matang, pengelolaan risiko, serta pemanfaatan teknologi digital secara optimal.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya transparansi anggaran, efisiensi penggunaan venue, serta pengelolaan sumber daya manusia—mulai dari relawan hingga tenaga teknis.
Ia juga menolak pembangunan venue tanpa rencana jangka panjang. Menurutnya, setiap fasilitas harus memiliki skema pemanfaatan pasca-event agar tidak terbengkalai.
Dari sisi kebijakan, Edit mendorong pemerintah daerah untuk menyusun regulasi yang terintegrasi, termasuk dukungan anggaran berkelanjutan serta kolaborasi dengan sektor swasta.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan KONI agar program tidak berjalan parsial.
“Semua kebijakan harus inklusif. Masyarakat harus merasakan langsung manfaatnya,” tegasnya.
Menurutnya, posisi Banten sebagai daerah penyangga ibu kota serta kekayaan budaya yang dimiliki menjadi modal kuat. Pemerintah dapat mengangkat identitas lokal dalam seremoni hingga konsep sport tourism guna memperkuat citra daerah.
“Jika semua elemen bergerak selaras, PON bisa menjadi tonggak baru bagi kemajuan Banten,” pungkasnya.
Penulis: Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor: Usman Temposo
