Beranda Bisnis BI Banten Genjot Penggunaan QRIS Lewat Jelajah Kuliner

BI Banten Genjot Penggunaan QRIS Lewat Jelajah Kuliner

Deputi Kepala Perwakilan BI Banten Agus Sumirat foto bersama. (Istimewa)

SERANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten terus menggenjot digitalisasi sistem pembayaran melalui program QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 10–13 Juli 2026 itu menjangkau enam kabupaten dan kota di Banten sekaligus mendorong masyarakat beralih ke transaksi non-tunai.

Program yang menjadi bagian dari Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2026 tersebut menggabungkan promosi kuliner lokal dengan edukasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten, Agus Sumirat, mengatakan program itu menjadi salah satu strategi BI untuk memperluas penggunaan QRIS sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Banten.

Menurut Agus, digitalisasi sistem pembayaran berperan penting dalam meningkatkan daya saing pelaku usaha, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Melalui QRIS Jelajah Kuliner Indonesia, kami ingin meningkatkan literasi masyarakat terhadap pembayaran digital sekaligus memperluas penggunaan QRIS di berbagai sektor, terutama UMKM kuliner,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima BantenNews.co.id, Rabu (15/7/2026).

BI menggelar QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 di enam daerah, yakni Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang.

Panitia mengemas kegiatan tersebut dalam konsep amazing race. Peserta diajak mengunjungi berbagai destinasi kuliner lokal sekaligus bertransaksi menggunakan QRIS. Selain itu, peserta mengikuti lomba pembuatan vlog dan reels untuk mempromosikan kuliner khas Banten serta mengampanyekan pembayaran digital.

Tak hanya mengenalkan QRIS, BI juga memberikan edukasi mengenai berbagai inovasi sistem pembayaran nasional, seperti BI-FAST, Kartu Kredit Indonesia (KKI), elektronifikasi transaksi pemerintah, perlindungan konsumen, keamanan siber, hingga pencegahan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Baca Juga :  Waduh, 15.458 Transaksi di Banten Diduga Mencurigakan

BI melibatkan pemerintah daerah, pelaku industri, asosiasi, komunitas, media, serta pelaku UMKM untuk mempercepat transformasi ekonomi digital di Provinsi Banten.

Agus berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan jumlah pengguna dan merchant QRIS di Banten seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap transaksi digital.

“Selain mempercepat digitalisasi pembayaran, kegiatan ini diharapkan mampu mengangkat potensi kuliner lokal, memperluas pasar UMKM, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd