Beranda Hukum Bergaya TNI, Siswa di Serang Diamankan Polsek Kragilan

Bergaya TNI, Siswa di Serang Diamankan Polsek Kragilan

AR saat diamankan di Mapolsek Kragilan, Serang, Banten. (Foto: istimewa)

SERANG – AR (17) tampak percaya diri menggalang sumbangan untuk korban gempa dan tsunami Palu, Sigi dan Donggala. Dengan berbekal kardus bertulis donasi yang mencantumkan tulisan “Divisi Perwira Yoniv 320 BP”, siswa kelas dua salah satu sekolah menengah di Kabupaten Serang itu meminta sumbangan kepada pengendara jalan dan instansi.

Memakai celana loreng dan sepatu boot hitam serta jaket hitam, AR mengaku lebih mudah untuk menggalang dana. Banyak pengendara jalan dan instansi yang memberikan sumbangan untuk korban gempa dan tsunami. “Memang tidak mengaku anggota TNI, namun pakaian dan tampangnya kalau dilihat sekilas seperti dari satuan (TNI),” kata Kapolsek Kragilan, Kompol Andie Firmansyah, Selasa (6/11/2018).

Senin (5/11/2018) siang kemarin, setelah menghimpun dana di wilayah Kragilan, Serang, Banten, AR mendatangi Mapolsek Kragilan. Siswa yang diketahui menjadi juara satu lomba debat bahasa di sekolahnya itu, meminta anggota Polsek Kragilan untuk mengantarnya pulang ke Markas Batalyon Infanteri 320 Badak Putih. “Memang agak konyol kejadiannya, dia minta anggota polsek untuk mengantar pulang. Anaknya memang pintar ngomongnya, tapi anggota kami curiga,” kata Andie.





Setelah diselidiki, petugas menemukan bahwa AR hanya memanfaatkan gaya TNI untuk memudahkan penggalangan dana bantuan korban bencana. Adapun menurut pengakuan AR, uang tersebut akan ia salurkan kepada lembaga donor yang menangani korban bencara di Palu, Sigi dan Donggala. “Pengakuan dia akan mentransfer semua uang yang terkumpul kepada pihak pengelola bantuan,” jelas Kapolsek.

Setelah berkoordinasi dengan pihak Koramil setempat, AR mengaku sengaja menggunakan pakaian bergaya TNI agar lebih mudah menggalang dana untuk korban bencana. Pihak Polsek Kragilan kemudian menghubungi pihak keluarga AR dan pihak sekolah.

“Tidak ada laporan warga yang merasa dirugikan, kami hanya lakukan pembinaan dan kami serahkan kepada pihak sekolah dan keluarga,” kata Andie. (you/red)