Beranda Pemerintahan Berdiri di Kawasan BIS, SCC Dibidik Jadi Mesin PAD Baru Kota Serang

Berdiri di Kawasan BIS, SCC Dibidik Jadi Mesin PAD Baru Kota Serang

Kepala Bapperida Kota Serang W. Hari Pamungkas. (Adef/bantennews)

SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang membidik Serang Convention Center (SCC) sebagai pusat event terbesar di Banten sekaligus mesin baru pendapatan daerah.

Kawasan yang berdiri tepat di depan Banten International Stadium itu diproyeksikan menjadi lokasi konser, pameran, kegiatan pemerintahan, hingga berbagai agenda ekonomi kreatif berskala besar.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Kota Serang, W. Hari Pamungkas mengatakan, nilai pembangunan SCC mencapai Rp288 miliar. Namun, Pemkot Serang memilih membangun proyek tersebut secara bertahap agar tetap sesuai dengan kemampuan fiskal daerah.

“Pada saat pembahasan, kami melihat nilai pembangunan Serang Convention Center cukup besar, mencapai Rp288 miliar,” kata Hari, Sabtu (13/6/2026).

Pada 2026, Pemkot Serang memfokuskan pekerjaan pada pemagaran dan pematangan lahan. Pemerintah menargetkan tahap awal itu rampung pada Desember 2026.

Setelah itu, pembangunan memasuki tahap berikutnya berupa pembangunan plaza dan akses jalan yang direncanakan mulai awal 2027.

“Kami harapkan pematangan lahan selesai pada 2026. Awal 2027 bisa dilanjutkan pembangunan plaza dan akses jalan,” ujarnya.

Pemkot Serang mengalokasikan anggaran Rp44,5 miliar untuk pembangunan dua zona awal tersebut.

Hari menegaskan, SCC tidak hanya menjadi pusat aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam jumlah besar.

Saat ini, Pemkot Serang masih menunggu hasil kajian bisnis dan aset bersama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk menentukan skema pengelolaan kawasan.

Kajian tersebut akan menentukan tarif sewa lahan, nilai aset, hingga proyeksi pendapatan yang dapat diperoleh daerah dari berbagai kegiatan yang berlangsung di SCC.

“Melalui kajian bersama KPKNL, kami akan mengetahui harga sewa per meter yang menjadi dasar pengelolaan aset,” katanya.

Baca Juga :  Warga Keluhkan Jalan Poros Desa

Pemkot Serang memperkirakan PAD akan mengalir dari berbagai sumber, mulai dari pajak hiburan saat konser dan pameran berlangsung, retribusi penyewaan lahan bagi tenant dan penyelenggara acara, hingga pendapatan parkir elektronik berbasis pembayaran non-tunai.

Menurut Hari, setiap event besar yang berlangsung di SCC akan memicu perputaran ekonomi sekaligus menambah pemasukan daerah.

“Kalau ada konser atau event besar, ada tenant, panggung, dan penonton yang membeli tiket. Dari situ ada pajak hiburan yang masuk. Belum lagi retribusi sewa lahan dan pendapatan parkir,” ujarnya.

Pemkot Serang kini meminta sejumlah organisasi perangkat daerah, termasuk Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, untuk menyusun kajian bisnis yang lebih komprehensif guna menghitung potensi pendapatan SCC setiap tahun.

Jika seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana, SCC berpotensi menjadi pusat kegiatan terbesar di Banten sekaligus sumber PAD baru yang menopang pembangunan Kota Serang dalam jangka panjang.

Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd