Beranda Kesehatan Berdayakan Wakaf Produktif, RS Mata Achmad Wardi Antarkan Dompet Dhuafa Banten Sabet...

Berdayakan Wakaf Produktif, RS Mata Achmad Wardi Antarkan Dompet Dhuafa Banten Sabet Juara 1 di FESyar Jawa 2026

SURABAYA — Dompet Dhuafa Banten menorehkan prestasi gemilang di kancah regional. Mewakili Provinsi Banten, lembaga filantropi ini sukses menyabet predikat Juara 1 Lomba ZISWAF Unggulan kategori Program Wakaf Produktif Unggulan se-Pulau Jawa dalam ajang bergengsi Festival Ekonomi Syariah Jawa (FESyar Jawa) 2026.

Kemenangan membanggakan ini diraih berkat keberhasilan pengelolaan Rumah Sakit Mata Achmad Wardi BWI-DD—sebuah inisiatif model wakaf produktif di sektor kesehatan yang memberi dampak nyata dan luas bagi masyarakat luas.

Ajang tahunan besutan Bank Indonesia yang berlangsung di Surabaya pada 25–27 September 2026 ini mempertemukan berbagai program syariah terbaik se-Jawa. FESyar Jawa digelar guna mengakselerasi pertumbuhan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif serta berkelanjutan melalui sinergi, transformasi digital, dan kolaborasi strategis antarlembaga di daerah.

Bagi Dompet Dhuafa Banten, penghargaan bergengsi ini menjadi bukti pengakuan atas tata kelola dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) yang transparan, profesional, dan berdampak. Melalui RS Mata Achmad Wardi, masyarakat prasejahtera kini dapat mengakses penanganan kesehatan mata berteknologi mutakhir tanpa terkendala biaya.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Banten, Mokhlas Pidono, menyambut pencapaian ini dengan penuh rasa syukur seraya menegaskan nilai dasar gerakan kemanusiaan mereka.

“Alhamdulillah atas capaian luar biasa ini. Namun bagi kami, esensinya bukan sekadar memenangkan piala atau gelar juara, melainkan menjadi pemantik semangat untuk terus melipatgandakan dan meluaskan manfaat bagi umat,” ungkap Mokhlas.

Apresiasi senada datang dari Direktur Utama RS Mata Achmad Wardi BWI-DD, dr. Pradipta Suarsyaf. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini adalah buah dari kepercayaan para wakif dan kolaborasi lintas sektor.

“Gelar Juara 1 di FESyar Jawa 2026 merupakan berkah bersama, baik bagi para wakif maupun penerima manfaat. Ini menjadi bukti konkret bahwa wakaf produktif, bila dikelola dengan tata kelola modern dan amanah, mampu melahirkan dampak sosial-ekonomi yang luar biasa signifikan dan berkesinambungan,” tegas dr. Pradipta.

Baca Juga :  Muktamar XI Al-Khairiyah Digelar 16–18 Oktober, Undang Prabowo dan Jokowi ke Cilegon

RS Mata Achmad Wardi BWI-DD yang beroperasi di Kota Serang, Banten, merupakan pelopor rumah sakit mata berbasis wakaf pertama di Asia. Berawal dari wakaf tanah dan bangunan keluarga Achmad Wardi, fasilitas kesehatan ini dikembangkan lewat kemitraan strategis Badan Wakaf Indonesia (BWI) selaku nazhir bersama Dompet Dhuafa.

Kini, rumah sakit tersebut telah bertransformasi menjadi pusat rujukan penanganan retina dan glaukoma terkemuka. Didukung peralatan medis modern berstandar Jerman yang dihimpun dari dana wakaf publik, RS Mata Achmad Wardi terus merawat asa ribuan dhuafa untuk kembali melihat dunia dengan terang benderang. ***