Beranda Sosok Berbekal Rp100 Ribu, Bibit Kelilingi Indonesia Suarakan Hak Difabel

Berbekal Rp100 Ribu, Bibit Kelilingi Indonesia Suarakan Hak Difabel

3122
0
Bibit Wahyudianto keliling Indonesia menggunakan sepeda motor roda tiga

SERANG – Bibit Wahyudianto (55) nekat keliling Indonesia menggunakan sepeda motor roda tiga miliknya. Dengan hanya mengantongi uang Rp100 ribu ia berangkat dari rumahnya di Blitar untuk keliling Indonesia dan menyuarakan hak-hak difabel.

Bibit sendiri penyandang disabilitas. Sejak berumur kurang dari 1 tahun Bibit terkena polio. Akibatnya kedua kakinya tampak lebih kecil dibandingkan dengan orang normal. Karena kondisi fisiknya itu ia memilih menggunakan kendaraan roda tiga untuk mengelilingi Indonesia agar lebih mudah dikendalikan.

“Saya mulai berangkat dari Blitar 24 Juli 2018 dan enggak tahu akan sampai kapan,” kata Bibit saat ditemui di depan Mapolres Serang di
Jalan Ahmad Yani, Kota Serang, Kamis (20/9/2018).

Bibit mengungkapkan bahwa setelah berangkat dari Blitar ia berkeliing ke kabupaten/ kota di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan kemarin sampai di Banten. Sore hari ia berencana ke Merak untuk menyeberangi lautan menuju Sumatera. Ia mengaku akan mendatangi seluruh provinsi di Indonesia dengan sepeda motor bernomor polisi AG 8851 L itu.

Istri dan kedua anaknya sudah merestui keinginan nekatnya itu. Setiap sampai di sebuah kota ia akan menemui muspida setempat untuk menyampaikan pesan kaum difabel.

Ia menyatakan bahwa tujuan dari keliling Indonesia ini adalah untuk mengkampanyenkan hak-hak penyandang disabilitas yang selama ini menurutnya masih belum diperhatikan oleh pemerintah dan masyarakat. Difabel masih sering kesulitan saat berjalan di jalan raya karena tidak ada trotoar yang ramah difabel. Itu hanyalah salah satu contoh betapa kaum difabel belum mendapatkan perhatian publik. Masih banyak contoh lain yang kerap tidak berpihak pada penyandang disabilitas.
“Perhatian pemerintah sampai saat ini belum maksimal pada hak difabel,” ujarnya.

Terkait biaya yang diperlukan guna menunjang perjalanannya keliling Indonesia Bibit mengatakan bahwa ia sepenuhnya menyerahkan hal itu pada Tuhan. Ia percaya masih banyak orang baik di Indonesia yang akan membantunya selama di perjalanan. Hal ini terbukti dengan ia sampai menginjakkan kaki di Banten. Padahal, saat pertama berangkat ia hanya mengantongi uang Rp100 ribu.

“Biasanya saya ke pemda dan ada saja yang ngasih uang. Kalau sekarang saya mau ke Polres Serang,” katanya.

Bibit mengaku sebenarnya niatan keliling Indonesia sudah tertanam dalam dirinya sejak ia kecil. Namun cita-cita itu baru bisa terlaksana sekarang. Dengan berkeliling Indonesia dan mengkampanyekan hak penyandang disabilitas ia berharap bisa menyampaikan pesan itu pada sebanyak-banyaknya orang. “Saya harap nanti difabel lebih diperhatikan oleh pemerintah,” ujarnya. (Dhe/Red)