SERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang melaporkan perkembangan mutakhir penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Kabupaten Serang sejak 2 hingga 24 Januari 2026. Dalam kurun waktu tersebut, bencana banjir, angin kencang, dan pergerakan tanah terjadi di 83 desa yang tersebar di 27 kecamatan.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, menyampaikan bahwa banjir menjadi kejadian paling dominan dan meluas. Hampir seluruh kecamatan terdampak, di antaranya Padarincang, Cinangka, Kibin, Ciruas, Kramatwatu, Kragilan, Anyer, Bandung, Cikande, Pontang, Tirtayasa, Kopo, Cikeusal, Jawilan, Tunjung Teja, Lebakwangi, Binuang, Pamarayan, Carenang, Baros, Pabuaran, Gunungsari, hingga Waringinkurung.
Selain banjir, angin kencang juga mengakibatkan pohon tumbang serta kerusakan rumah di Kecamatan Anyer, Mancak, Jawilan, Ciruas, Baros, Petir, Pontang, Tanara, Cinangka, dan wilayah lainnya. Sementara itu, pergerakan tanah dilaporkan terjadi di Kecamatan Mancak, Cikeusal, Cinangka, Waringinkurung, Pamarayan, Anyer, Bojonegara, dan Padarincang.
Berdasarkan data sementara BPBD, jumlah penduduk terdampak mencapai 10.186 kepala keluarga atau sekitar 34.153 jiwa, yang terdiri dari kelompok rentan seperti lansia, balita, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui. Tidak terdapat laporan korban meninggal dunia, namun tercatat dua orang mengalami luka ringan. Sebanyak 171 kepala keluarga atau 692 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman, termasuk masjid dan rumah kerabat.
Dari sisi kerusakan, BPBD mencatat sebanyak 8.824 unit rumah terdampak. Rinciannya, 91 unit rumah dan 28 fasilitas sosial mengalami kerusakan akibat banjir, longsor, dan angin kencang.
Dalam upaya penanganan, BPBD Kabupaten Serang telah melakukan sejumlah langkah, di antaranya rapat evaluasi Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) secara berkala, rapat koordinasi lintas sektoral, pengumpulan dan penyebaran informasi kebencanaan, serta pemantauan intensif di wilayah terdampak.
Selain itu, BPBD juga melakukan pemasangan tenda pengungsian di Desa Koper dan Kampung Pengkolan Asem, Kecamatan Cikande, serta di Desa Renged. Distribusi logistik difokuskan ke wilayah terdampak seperti Kecamatan Cikande, disertai kaji cepat di Desa Binuang, Kecamatan Binuang, dan Desa Renged. Untuk mendukung evakuasi, BPBD melakukan pergeseran dan pendropingan perahu dari Jawilan dan markas komando ke Desa Songgom Jaya, Kecamatan Cikande.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi, serta segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat desa atau petugas terkait guna mempercepat penanganan di lapangan,” ujarnya, Sabtu (24/1/2026).
Tim Redaksi
