Beranda Pariwisata Belum Launching, Wisata Camping Gunung Gedor Kota Serang Sudah Diserbu Peminat

Belum Launching, Wisata Camping Gunung Gedor Kota Serang Sudah Diserbu Peminat

Kepala Disparpora Kota Serang Zeka Bahdi memberikan keterangan. (Adef/bantennews)

SERANG – Destinasi wisata alam Gunung Gedor di Kecamatan Taktakan, Kota Serang, langsung menarik perhatian masyarakat. Meski belum resmi diluncurkan, kawasan wisata berbasis alam itu sudah dipenuhi peminat yang ingin merasakan pengalaman berkemah.

Bahkan, pengelola mulai menerapkan waiting list karena tingginya permintaan.

Saat ini, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) bersama masyarakat setempat menjalankan aktivitas camping dalam tahap uji coba dengan dukungan pemerintah kecamatan dan kelurahan.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang, Zeka Bachdi mengatakan, antusiasme masyarakat jauh melebihi perkiraan.

“Camping-nya sudah berjalan walaupun secara launching belum. Masih tahap uji coba, dan sekarang sudah banyak masyarakat yang mengajukan permintaan. Bahkan sudah ada waiting list untuk camping di sana,” kata Zeka, Rabu (22/7/2026).

Menurut Zeka, pengelola membatasi kapasitas area perkemahan demi menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung. Kawasan tersebut saat ini hanya mampu menampung sekitar 50 hingga 60 tenda dalam satu waktu.

Sementara itu, calon pengunjung yang ingin memesan lokasi camping masih dapat berkoordinasi melalui pihak kelurahan hingga sistem pengelolaan resmi diberlakukan.

Zeka menegaskan pengembangan Gunung Gedor mengusung konsep community based tourism atau pariwisata berbasis masyarakat. Warga dan Pokdarwis mengelola seluruh aktivitas wisata, sedangkan pemerintah berperan memberikan pendampingan, edukasi sadar wisata, serta menyiapkan regulasi.

“Pengelolaannya memang kami serahkan kepada masyarakat. Pemerintah hanya mendampingi, memberikan edukasi sadar wisata, dan nantinya mengkaji potensi retribusi seperti parkir maupun kebersihan,” ujarnya.

Karena masih dalam tahap uji coba, pengelola belum menetapkan tarif resmi bagi wisatawan yang ingin berkemah. Pengunjung saat ini hanya memberikan kontribusi secara sukarela atau berdasarkan kesepakatan dengan pengelola.

Semangat warga mengembangkan destinasi wisata tersebut juga terlihat dari aksi gotong royong memperbaiki akses menuju Gunung Gedor. Bersama pemerintah kecamatan dan kelurahan, masyarakat melebarkan jalan agar kendaraan wisatawan lebih mudah melintas.

Baca Juga :  Rekomendasi Wisata Religi dan Edukasi di Banten untuk Mengisi Libur Lebaran

“Masyarakatnya luar biasa. Mereka bergotong royong melebarkan akses jalan dengan dukungan camat dan lurah. Ini menunjukkan masyarakat sangat siap menerima wisatawan. Kalau masyarakat kompak dan Pokdarwis berjalan baik, ekonomi lokal juga akan tumbuh,” katanya.

Saat ini, Disparpora Kota Serang bersama Bappeda dan Bapenda juga menyusun kajian menyeluruh terkait pengembangan Gunung Gedor. Kajian tersebut mencakup aspek keselamatan kawasan, daya dukung lingkungan, hingga potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Apabila seluruh tahapan rampung, Gunung Gedor berpeluang menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan Kota Serang sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui UMKM, jasa wisata, dan pemberdayaan warga sekitar.

Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd